Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat, Wali Kota Semarang: Tahun Ajaran Baru Siap Digunakan

DIRESMIKAN - Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wamensos meresmikan sekolah rakyat di Semarang. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Pemkot Semarang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Rowosari, Tembalang akan segera rampung dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026. Hal itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti usai peremian Sekolah Rakyat di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.


Menurut Agustina, sebagian lahan yang digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut masuk dalam kategori lahan hijau. Pemerintah Kota Semarang telah melakukan verifikasi kepemilikan dan mempercepat proses izin karena proyek ini termasuk dalam Program Strategis Nasional.


"Yang penting verifikasi sudah selesai, bahwa lahan itu milik Pemkot Semarang. Memang ada sedikit yang statusnya lahan hijau, itu sedang kita selesaikan. Tahun ini kita juga sudah membeli sekitar 11 hektare lahan pengganti di wilayah Mijen dan Ngaliyan," jelas Agustina, Selasa 30 September 2025.


Selain mempercepat pembangunan, Pemkot juga memastikan kebutuhan infrastruktur pendidikan lain berjalan beriringan. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat dilaksanakan di BBPVP Semarang.


Agustina menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bahkan, program ini juga terintegrasi dengan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).


"Kalau ada warga dengan rumah tidak layak huni, akan kita verifikasi lewat kelurahan. Tidak hanya satu rumah, tetapi lingkungan sekitarnya juga bisa masuk program RTLH. Targetnya harus selesai tahun ini," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menambahkan bahwa angkatan pertama Sekolah Rakyat sudah menerima 100 siswa. Terdiri dari 50 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMA.


"Total ada empat rombongan belajar, dua untuk SD dan dua untuk SMA. Mereka berasal dari keluarga kategori Cil 1 dan Cil 2. Jadi bukan nol, tetapi dipindahkan dari sekolah sebelumnya sesuai kriteria. Misalnya orang tua siap, anaknya siap, baru bisa ikut," terang Bambang.


Tenaga pengajar di Sekolah Rakyat berasal dari rekrutmen Kementerian Sosial, seluruhnya pegawai P3K baru.


Bambang menyebut, meski saat ini masih menempati gedung sementara, pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Rowosari Tembalang ditargetkan selesai tahun depan dan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026.


"Sekarang masih dalam proses persiapan lahan. Nanti setelah gedung selesai, seluruh siswa akan dipindahkan ke Rowosari. Untuk sementara, kegiatan belajar tetap berjalan di BBPVP," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube