Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ogah Keracunan, Siswa SMPN 11 Semarang Cek Bau dan Rasa Menu MBG Sebelum Disantap

CEK - Sejumlah pelajar di SMP Negeri 11 Semarang melakukan pengecekan bau dan rasa makan bergizi gratis (MBG) sebelum disantap. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi progam unggulan pemerintah pusat masih menyisakan kekhawatiran di kalangan pelajar yang menerimanya. Pasalnya, setelah muncul kasus dugaan keracunan massal di sejumlah daerah, beberapa pelajar di Kota Semarang mulai berhati-hati sebelum menyantap makanan dari program tersebut.


Quinsha Azalea, siswi kelas IX SMP Negeri 11 Semarang, mengaku selalu mengecek lebih dulu kondisi makanan sebelum disantap. Menurutnya, langkah ini diambil agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Kadang masih was-was sih sama berita yang lagi viral tentang keracunan itu. Biasanya saya cium dulu baunya atau lihat ada yang aneh enggak di makanannya. Tapi sejauh ini aman-aman saja,” kata Quinsha kepada diswayjateng.com, Senin 29 September 2025.


Meski sempat khawatir, Quinsha mengaku tetap menikmati sajian MBG yang ia terima pada hari itu. Menu terdiri dari ayam geprek, tempe goreng, sayur capcay, dan buah. Dari semua menu, ayam geprek menjadi favoritnya.


"Rasanya enak, cuma pengin lebih bervariasi lagi. Kadang menunya itu-itu saja, kayak telur terus. Harapannya bisa lebih beragam," tambahnya.


Senada dengan Quinsha, Arsenio Khrisna, siswa lain di SMPN 11 Semarang, menilai program MBG tetap layak dikonsumsi. Ia mengaku tidak merasa takut meski mendengar kabar keracunan massal di daerah lain.


"Menurut saya MBG di sini enak dan porsinya cukup. Menu tadi ada ayam crispy, tumis sayur, tempe, dan buah jeruk. Saya tidak pernah merasa mual atau ada masalah. Biasanya memang saya cek dulu bau atau rasanya sebelum makan, tapi sejauh ini aman," kata Arsenio.

Menurutnya, keamanan makanan MBG di sekolahnya cukup terjaga karena diolah sesuai standar penyediaan pangan. 


"Saya percaya pihak sekolah dan penyedia makanan sudah menerapkan standar keamanan pangan yang baik," tambahnya.


Meskipun demikian, pemberian sampel dua porsi makanan baru bisa terealisasikan sekarang, dimana progam MBG ini sudah berjalan hampir satu bulan. 


Dua sampel diberikan kepada Kepala Sekolah dan satu penanggung jawab MBG Sekolah.

Kebijakan ini baru dilakukan pada Senin, 29 September 2029, tepat sebulan setelah program MBG diterima oleh siswa dan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang pasca kasus keracunan massal MBG di Jawa Barat.


Wakil Kepala SMPN 11 Semarang, Darus Irfangi, menjelaskan bahwa setiap hari penyedia katering wajib memberikan dua sampel makanan. Satu diserahkan kepada kepala sekolah, dan satu lagi kepada penanggung jawab MBG di sekolah, Ema Maeda Istiadwi.


“Sampel ini untuk memastikan kelayakan dan rasa sebelum makanan dibagikan ke siswa. Kami ingin menjamin keamanan makanan agar kasus seperti di Jawa Barat tidak terjadi di Semarang,” jelas Darus.


Ia menambahkan, langkah ini sesuai arahan Dinas Pendidikan Kota Semarang pasca kasus keracunan massal MBG di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube