Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Muhaimin Iskandar Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi

BERDAYA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menghadiri kick off Pesantren Inklusif Berdaya di Pondok Pesantren Al-Itqon
Bugen Kota Semarang
Rabu 29 Oktober 2025. (umda/diswayjateng.com)

SEMARANG — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mendorong pondok pesantren untuk mengambil peran lebih besar dalam pemberdayaan sumber daya manusia serta pengentasan kemiskinan di Indonesia.


Hal itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Kick Off Program Pesantren Inklusif Berdaya di Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Tlogosari wetan Kelurahan kecamatan Pedurungan kota Semarang, Rabu 29 Oktober 2025.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat.


Menurut Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga harus memiliki peran dalam pemberdayaan kemasyarakatan.


"Pesantren punya kekuatan transformasi yang dapat tumbuh menjadi kekuatan sosial-ekonomi dan melahirkan komunitas masyarakat modern,” ujar Muhaimin di depan peserta


Ia menekankan pentingnya sinergi pesantren dengan program-program pemerintah agar sistem pendidikan di pesantren lebih kompetitif dan berbasis potensi santri.

Dengan begitu, lulusan pesantren diharapkan mampu bersaing dengan lulusan sekolah umum dan perguruan tinggi.


Muhaimin juga menyebutkan, lebih dari 42 ribu pesantren dengan sembilan juta santri di Indonesia merupakan potensi besar untuk menjadi agen pemberdayaan sosial dan ekonomi.


Program Pesantren Inklusif Berdaya yang diluncurkan di Al-Itqon merupakan inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk mendorong pemanfaatan zakat dan dana sosial keagamaan bagi pembiayaan inklusif, pengembangan keterampilan santri, pelatihan kewirausahaan, dan peningkatan kapasitas pendamping.


Dalam acara tersebut, Menko Muhaimin juga menyerahkan santunan jaminan kematian dan beasiswa kepada santriwati Alfiyatun, disaksikan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro.


Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan membantu pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube