SEMARANG — Meski sempat tertunda akibat hujan deras dan banjir yang menggenangi kawasan Masjid Agung Semarang dan Pasar Johar, semangat ribuan peserta tidak surut. Pawai Kauman Kampung Qur’an tetap digelar dengan meriah pada Selasa 28 Oktober 2025 siang, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 sekaligus Hari Santri Nasional 2025.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.450 peserta ini mengambil titik awal di Alun-alun Masjid Agung Semarang, kemudian melintasi Jalan Kauman, Kranggan, Gajah Mada, dan kembali lagi ke area Masjid Agung Semarang.
Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Semarang, Gus KH Khamad Ma’sum Al Khafidz, menyampaikan bahwa Pawai Kauman Kampung Qur’an merupakan agenda rutin dua tahunan yang telah berlangsung sebanyak lima kali.
“Alhamdulillah meskipun sempat tertunda karena hujan deras, kegiatan tetap berjalan lancar. Pawai ini tujuannya untuk mensyiarkan Al-Qur’an dan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa tempat terbaik untuk belajar Al-Qur’an adalah di Kauman Kampung Qur’an,” ujar Gus Khamad kepada diswayjateng.com.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan seluruh potensi yang ada di kawasan Kauman dan Masjid Agung Semarang, mulai dari lembaga pendidikan, pondok pesantren, majelis taklim, hingga pelaku usaha dan UMKM.
“Peserta pawai berasal dari santri, pelajar, guru, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Mereka menampilkan berbagai potensi seperti drumband, pencak silat, seni hadrah, dan terbang, sebagai bentuk kebanggaan sekaligus pengenalan terhadap aktivitas keagamaan dan ekonomi umat di Kauman,” jelasnya.
Gus Khamad menjelaskan, di kawasan Kauman Kampung Qur’an terdapat sedikitnya tiga pondok pesantren besar, yakni Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an, Mathalabu MATHLABU MAFAAZIL QUR'AN, dan Tahabudul Qur’an.
Selain itu, terdapat empat sekolah dasar dan sejumlah TK yang juga mengajarkan pembelajaran Al-Qur’an.
“Di Kauman ada SD Badran Nakaf, SD Buduran, SD Al Iman, dan SD Bagunharjo, semuanya mengajarkan nilai-nilai Qur’ani. Kami ingin menegaskan bahwa Kauman bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat pendidikan dan ekonomi berbasis masjid,” tambahnya.
Selain pawai, rangkaian kegiatan Kauman Kampung Qur’an juga mencakup khataman Al-Qur’an, siraman rohani, dan ziarah kubur ke makam para masyaikh, termasuk KH Tembu Taslim, salah satu ulama besar Semarang yang juga diperingati haulnya pada hari yang sama.
“Acara dimulai dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh Mas Aska Fadhil Kirom, Ketua Karisma Kota Semarang dan organisasi remaja Masjid Agung. Ini sebagai momentum pengingat semangat pemuda sekaligus syiar santri,” ujar Gus Khamad.
Sementara itu, salah satu peserta pawai, Mahira Nadia Kamila (12), siswi SD Bangunharjo, mengaku antusias mengikuti kegiatan meski harus berjalan cukup jauh.
“Tadi jalan dari Masjid Agung Semarang ke Gajah Mada sampai Kauman lagi. Capek, tapi senang bisa ikut pawai buat syiar Al-Qur’an,” katanya dengan semangat.
Kauman Kampung Qur’an Jadi Pusat Dakwah dan Edukasi
Gus Khamad berharap kegiatan Pawai Kauman Kampung Qur’an dapat memperkuat citra Kauman sebagai kawasan religius yang menjadi pusat syiar Islam di Semarang.
“Kami berharap masyarakat semakin mengenal Kauman sebagai tempat belajar Al-Qur’an, tempat tumbuhnya generasi cinta Qur’an, dan sekaligus menjadi pusat dakwah serta pemberdayaan ekonomi umat,” pungkasnya.
Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional, ribuan peserta pawai menegaskan tekad untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman melalui syiar dan pendidikan Al-Qur’an di jantung Kota Semarang.