Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Mahasiswa FH Unnes Gelar Doa dan Tabur Bunga untuk Iko Juliant Junior

SOLIDARITAS - Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Unnes menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang iko juliant junior. (wahyu sulistiyawan/disway jateng)

SEMARANG — Dengan mengenakan kemeja hitam, ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes) mengikuti doa dan tabur bunga atas mengenang wafatnya Iko Juliant Junior (19) angkatan 2024 yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah kejanggalan.


Acara doa bersama ini dimulai pukul 19.00 WIB di depan Patung Dewi Themis, ikon keadilan yang berdiri megah di halaman kampus.


Foto Iko terpampang di meja kecil, dikelilingi bunga putih dan ratusan lilin yang menyala. Mahasiswa lintas agama hadir Islam, Kristen, dan Katolik membacakan doa sesuai keyakinan masing-masing.


“Kami hadir di sini bukan sekadar untuk berdoa, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian. Kepergian almarhum menyisakan tanda tanya yang tidak bisa kami abaikan,” ungkap M. Gossan Daffa Majid, Presiden BEM FH Unnes 2022, Selasa, 2 September 2025 malam.


Sekitar 500 mahasiswa hadir malam itu. Mereka duduk bersila di halaman kampus, sebagian membawa bunga, sebagian lain memegang lilin kecil. Setelah doa bersama, para mahasiswa menaburkan bunga di depan patung Dewi Thrmis, lalu menyalakan lilin sebagai simbol keprihatinan.


“Harapannya, doa ini bisa menjadi pengantar agar almarhum tenang di alam sana. Kami juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Unnes peduli dan bersatu dalam duka,” lanjut Gossan.


Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif mahasiswa FH Unnes, setelah berbagai dinamika muncul di media terkait penyebab meninggalnya Iko.


Sebelumnya Iko dikabarkan tewas karena kecelakaan ya. Namun, berbagai sumber menyebut terdapat banyak luka lebam pada tubuh korban, yang menimbulkan dugaan adanya kejanggalan.


“Dari keluarga, setahu saya memang ada ketidakcocokan dengan laporan yang menyebut kecelakaan. Ada hal-hal yang terasa janggal. Tapi detailnya saat ini sudah diurus pihak PBHIK Unnes,” jelas Gossan.

Mahasiswa pun enggan berspekulasi lebih jauh mengenai penyebab kematian Iko. Namun, rasa penasaran dan keresahan tetap membayangi.


“Kami di sini tidak sedang menuduh pihak mana pun, tapi kami berharap kebenaran bisa terungkap agar tidak ada lagi korban berikutnya,” tegasnya.


Acara doa bersama ini bukan hanya ajang mendoakan almarhum, tetapi juga momentum untuk menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Pamflet ajakan doa disebarkan ke seluruh fakultas dan kampus lain di Semarang.


“Kami membagi peran. Ada yang bergerak secara hukum lewat PBHIK Unnes, ada yang bergerak dalam bentuk solidaritas seperti doa bersama ini,” kata Gossan.


Meski duka masih terasa, mahasiswa berharap narasi buruk yang beredar di media sosial bisa berhenti, agar keluarga Iko tidak semakin terluka.


“Kasihan almarhum, harusnya sudah tenang, tapi di dunia maya masih banyak narasi liar yang tidak jelas. Harapan kami, kasus ini segera terang benderang dan tidak berlarut-larut,” tambahnya


Info yang beredar, Iko akan menjemput rekannya yang tertangkap di Polda Jateng usai melakukan unjuk rasa pada Jumat 29 Agustus 2025.


Namun Gossan membenarkan ada lima mahasiswa Unnes yang tertangkap pada aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan tersebut.


"Saya kurang tahu pastinya, tapi untuk kejadiannya anak FH Unnes yang ketangkap lima orang itu memang benar. Cuma untuk saudara itu untuk menjemput temannya saya kurang pasti," ujarnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube