SEMARANG — Ratusan mahasiswa dan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Masjid Hamidun Kasim, kompleks Fakultas Kedokteran, Minggu (14/9/2025).
Aksi yang berlangsung khidmat ini diisi dengan doa bersama. Para mahasiswa mengenakan baju putih dan pita hitam sebagai simbol solidaritas terhadap dr Astra dan dr Stefani yang menjadi korban kekerasan saat bertugas di rumah sakit.
Kasus pemukulan tersebut menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. dr Astra, dokter spesialis anestesi RSI Sultan Agung Semarang, resmi melaporkan tindakan pemukulan yang dilakukan dosen Fakultas Hukum Unissula, Dias Saktiawan, ke Polda Jawa Tengah.
Ketua Komite Medis RS Sultan Agung Semarang, dr Puji, menegaskan aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi dr Astra yang mengalami kekerasan saat menjalankan tugas.
Menurut Puji, seluruh civitas akademika FK mendukung langkah hukum yang diambil dr Astra dengan melapor ke Polda Jateng pada Jumat, 12 September.
"Ini negara hukum, tidak ada yang kebal hukum. Walaupun sudah ada permintaan maaf, sebagai hamba Allah tentu kami memaafkan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” ujar dr Puji pada wartawan Ahad, 12 September 2025
Ia menambahkan, tenaga kesehatan kerap menjadi sasaran amarah. Kejadian ini diharapkan menjadi titik awal untuk menegaskan profesionalisme dokter dalam bekerja.
“Kalau ada ketidakpuasan dalam pelayanan, sampaikan dengan cara yang elegan, bukan dengan kekerasan,” imbuhnya.
Seorang mahasiswa peserta aksi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap dr Astra.
“Kami prihatin dengan kejadian ini karena mengancam keselamatan tenaga medis saat bertugas. Karena itu, kami mendukung langkah hukum yang ditempuh dr Astra,” ujarnya.
Aksi solidaritas tersebut tidak berlangsung lama. Dosen senior Unissula meminta kegiatan segera diakhiri demi menjaga nama baik kampus dan rumah sakit.