Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Luthfi Jadi Pelindung PBPI Jateng: Padel Harus Milik Semua Bukan Segelintir Orang

Ahmad Luthfi berfoto bersama usai Pelantikan Pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jateng periode 2025–2029 secara resmi di Hotel Santika Semarang
Rabu (1/10/2025). Foto : dok

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi didapuk sebagai dewan pelindung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jateng periode 2025–2029.


Dalam sambutannya saat pengukuhan pengurus di Hotel Santika Semarang, Rabu (1/10/2025), ia menekankan pentingnya olahraga sebagai cooling system di tengah kondisi sosial politik yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.


“Olahraga ini harus jadi pemersatu. Saya ucapkan selamat kepada pengurus, bukan hanya yang dikukuhkan. PBPI harus jadi organisasi akuntabel yang bisa melahirkan atlet profesional,” ujar Luthfi.


Ia meminta PBPI Jateng segera menjalin koordinasi dengan KONI dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.


Menurutnya, olahraga menjadi perhatian pemerintah provinsi karena masuk dalam 11 program prioritas, tepatnya pada aspek pelayanan kesehatan paripurna.


“Saya tidak ingin organisasi ini seperti ikan lohan. Kalau perlu, tarkam padel harus kita ciptakan di Jawa Tengah. Dinas Pora koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar padel bisa masuk beasiswa. Jadi padel tidak hanya jadi primadona orang tertentu, tetapi bisa untuk semua,” tegasnya.


Ketua Umum PBPI Jateng, Arganto Wibowo Pangarso, menyebut perkembangan padel di wilayahnya sangat pesat. Fasilitas lapangan kini tak hanya ada di Semarang, tetapi juga menyebar ke Kendal, Pekalongan, Kudus, hingga Karanganyar.

“Masih banyak yang sedang dibangun. Artinya, perkembangan padel di Jateng sangat signifikan,” katanya.


PBPI Jateng menargetkan lahirnya atlet berprestasi dengan menyiapkan kompetisi-kompetisi bergengsi.


“Akan ada turnamen model series. Kami juga siap menggelar Piala Gubernur. Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan komunitas terus berjalan,” lanjut Arganto.


Ketua PBPI Pusat, Galih Dimuntur Kartasasmita, menambahkan bahwa padel bukan sekadar olahraga rekreasi.


“Ini bukan cuma for fun, tapi bisa jadi prestasi membanggakan. PBPI Pusat sudah kirim timnas ke Asia Cup. Januari ada eksibisi di SEA Games, lalu November Asia Cup untuk senior usia 30 tahun ke atas,” jelasnya.


Ia menyebut Jawa Tengah memiliki banyak atlet muda potensial. “Kuncinya di U-17. Sosialisasi harus berjalan agar regenerasi atlet terjaga,” kata Galih.


Dengan dukungan gubernur serta bertambahnya fasilitas di berbagai daerah, PBPI Jateng optimistis padel bisa berkembang menjadi cabang unggulan sekaligus alat pemersatu masyarakat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube