Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Lewat Program Speling, Gubernur Ahmad Luthfi Fokus Tangani Stunting dan TBC

SPELING - Menko PMK Pratikno dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat berada di Kampus Undip Semarang
Jumat 31 Oktober 2025. (dok.)

SEMARANG — Stunting dan tuberkulosis (TBC) masih menjadi persoalan serius di bidang kesehatan di Indonesia. Pemerintah pusat maupun daerah diminta bergerak cepat untuk menanganinya.


Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, usai menghadiri pembukaan Forum Ilmiah Tahunan dan Mukernas Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat 31 Oktober 2025.


“Ini masalah bersama yang butuh penanganan cepat. Presiden sudah memerintahkan percepatan penanganan,” kata Pratikno, yang hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.


Pratikno menilai, peran ahli kesehatan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi masalah kesehatan, tidak hanya melalui pendekatan medis, tapi juga sosial, gaya hidup, serta kesehatan hewan dan lingkungan.


Ia menyoroti penyakit menular dari hewan seperti rabies di NTT, malaria, dan demam berdarah yang masih tinggi di beberapa wilayah.


Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting. Ia mencontohkan langkah Gubernur Ahmad Luthfi yang aktif mengintegrasikan program Speling (dokter spesialis keliling) dengan program penanganan kemiskinan di Jawa Tengah.


“Gubernur Jateng luar biasa aktif. Ia mengajak kampus dan para ahli kesehatan masyarakat turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.


Melalui program Speling, Pemprov Jawa Tengah menghadirkan pelayanan dokter spesialis hingga ke desa-desa.


Program yang berjalan hingga 13 Oktober 2025 itu telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 penerima manfaat.


Selain pelayanan umum, Speling juga mendukung skrining TBC menggunakan alat pemeriksaan portabel.


Namun, Luthfi mengakui, jumlah alat masih terbatas dan perlu ditambah.


“Program Speling sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk TBC, kami butuh alat yang bisa menjangkau desa-desa karena jumlahnya masih kurang,” katanya.


Ia menambahkan, Pemprov Jateng terus membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, rumah sakit, dan kampus, termasuk melalui program KKN tematik kesehatan.