SEMARANG — Kehadiran Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang menjadi angin segar bagi warga sekitar.
Mengusung konsep warung klontong dan kafe angkringan, koperasi ini tidak sekadar menjadi tempat belanja kebutuhan pokok, tapi juga pusat kegiatan ekonomi dan sosial warga, khususnya anak-anak muda yang aktif bermain sepak bola dan bulu tangkis di lapangan sebelah.
Dibawah pohon yang rindang, koperasi ini baru saja melakukan soft launching pada Sabtu lalu, dengan disaksikan langsung oleh Camat Banyumanik.
Secara nasional, koperasi ini diluncurkan serentak pada hari ini oleh Presiden RI di Klaten, sebagai bagian dari gerakan nasional pemberdayaan koperasi di tingkat kelurahan.
"Kita baru soft launching karena menunggu momen nasional dari pusat. Sabtu kemarin, Bu Camat sudah sempat rawuh ke sini untuk meninjau langsung persiapan kami," ujar Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawan, Rudy M Alif kepada diswayjateng.com, Senin 21 Juli 2025.
Dengan mengandalkan stand minuman seperti teh jumbo hanya Rp3.000, warung ini menyasar anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar lapangan.
Tidak hanya menyediakan sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula, koperasi ini juga membuka peluang usaha bagi UMKM lokal, serta akan dilengkapi dengan konsep live music, angkringan, dan area nongkrong malam hari.
"Daerah sini kan malam hari sepi, padahal banyak kegiatan olahraga hingga tengah malam. Jadi kami buat tempat ngopi dan minum yang bisa jadi tempat nongkrong anak-anak muda juga," lanjut Rudy.
Menambahkan, koperasi ini dibangun dari sumber modal internal, seperti simpanan anggota, pinjaman tanpa bunga dari kas LPMK, hingga dukungan sukarela dari sejumlah relawan.
Saat ini, koperasi sudah memiliki 26 anggota aktif dan terbuka untuk warga Gedawang serta masyarakat luar yang bersedia berinvestasi secara sukarela.
"Untuk anggota biasa wajib punya KTP Gedawang. Kalau dari luar, minimal ada simpanan sukarela Rp5 juta untuk bisa ikut jadi anggota luar biasa," jelasnya.
Selain itu, koperasi ini bekerja sama dengan Bank Jateng untuk memfasilitasi warga yang ingin mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Rencananya, koperasi ini juga akan menjadi agen laku pandai Bank Jateng, untuk memudahkan transaksi perbankan bagi warga yang jauh dari ATM.
Bangunan yang digunakan sebelumnya adalah shelter UMKM yang dibangun oleh kecamatan, namun terbengkalai karena lokasi dianggap kurang strategis. Kini, bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai toko dan kantor koperasi, sekaligus pusat komunitas ekonomi.
"Dulu sempat dipakai Posko Linmas saat ada kegiatan, tapi tidak dimanfaatkan maksimal. Sekarang kita hidupkan kembali untuk pelayanan warga," terang Rudy.
Ia menambahkan, Kelurahan Gedawang dikenal sebagai kawasan pengembangan, dengan perpaduan antara warga lokal dan pendatang dari perumahan baru. Mayoritas penduduk berprofesi sebagai pegawai, petani, hingga wiraswasta.
"Potensi warga besar. Banyak pekerja dan keluarga muda di sekitar sini. Harapannya koperasi ini bisa jadi tempat perputaran ekonomi lokal yang sehat," tutupnya.