DEMAK — KPU Demak Temukan 131 Data Ganda, Pemutakhiran Pemilih Diperketat Jelang Akhir Tahun
Demak — Upaya memastikan keakuratan data pemilih terus diperkuat KPU Kabupaten Demak melalui kegiatan Penguatan Kelembagaan bersama Stakeholder dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang digelar di Griya Persada Convention Hotel & Resort Bandungan.
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, para Camat se-Kabupaten Demak, serta perwakilan lembaga terkait lainnya.
Ketua KPU Kabupaten Demak, Siti Ulfaati, menegaskan pentingnya proses pemutakhiran data pemilih sebagai langkah memastikan daftar pemilih yang valid, akurat, dan mutakhir. Ia menyampaikan bahwa pemutakhiran data telah dilakukan pada Triwulan II dan III, sementara Triwulan IV akan dimulai pada awal Desember.
“Dari evaluasi terakhir, ditemukan 131 data ganda yang tersebar di 11 kecamatan. Data kependudukan itu bersifat dinamis sehingga pemutakhiran harus dilakukan secara terus-menerus. Setiap waktu ada penduduk yang meninggal, pindah domisili, atau mengalami perubahan status seperti menjadi anggota TNI/Polri maupun pensiun,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Ulfaati menekankan, keberhasilan pemutakhiran data pemilih tidak terlepas dari koordinasi yang kuat antara KPU, Forkopimda, camat, serta seluruh jajaran pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk menghadirkan daftar pemilih yang benar-benar akurat.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Demak, Kendarsih Iriani, yang hadir mewakili Bupati Demak Eisti’anah, menyebut bahwa pemutakhiran data pemilih adalah kerja berkelanjutan, bukan hanya dilakukan menjelang pesta demokrasi.
“Ini merupakan komitmen nyata untuk menjamin hak konstitusional setiap warga negara. Peran aktif Camat, pemerintah desa, RT, dan RW sangat dibutuhkan untuk memastikan data penduduk selalu diperbarui,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kualitas data pemilih adalah tanggung jawab bersama seluruh unsur terkait.
“Kami berharap tidak ada lagi data ganda maupun data keliru yang berpotensi menimbulkan persoalan pada pemilu mendatang. Dengan dukungan pemerintah daerah serta konsistensi dalam pemutakhiran data, kita dapat mewujudkan data pemilih berkelanjutan yang akurat,” tambahnya.
Menutup penyampaiannya, Kendarsih kembali menegaskan perlunya kebersamaan dalam menjaga kualitas data pemilih.
“Dengan sinergi yang kuat dan koordinasi yang baik antar stakeholder, kita dapat mewujudkan data pemilih yang berkualitas,” tutupnya.