SEMARANG — Akhirnya setelah tiga hari penuh pencarian, tim SAR gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan laut di Dam Lampu Merah, perairan Pelabuhan Tanjung Emas.
Korban bernama Sumono (35), warga Jalan Kramas, Tembalang, berhasil ditemukan pada Kamis 21 Agustus 2025 di perairan Demak, sekitar 12 mil laut dari lokasi kejadian. Dengan ditemukannya jenazah Sumono, operasi pencarian resmi ditutup.
Dari pantauan Diswayjateng.com dilokasi, suasana haru pecah ketika jenazah Sumono tiba di Posko SAR gabungan Tambak Lorok, Tanjung Mas. Tangisan keluarga tak terbendung saat melihat tubuh korban berada dalam kantong jenazah berwarna hitam.
“Korban menggunakan baju merah sesuai identitas yang disampaikan keluarga. Setelah proses identifikasi, dinyatakan benar korban atas nama Sumono,” ungkap Mulwahyono, Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang.
Ia menambahkan, operasi SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga nelayan setempat telah resmi ditutup setelah jenazah korban terakhir ditemukan.
Mulwahyono, menjelaskan bahwa sejak pagi tim SAR telah melakukan pencarian dengan enam sektor berbeda.
“Tim ada yang menyisir ke arah timur perairan Demak, ada yang menyelam di sekitar lokasi kejadian, melakukan penyisiran pelabuhan, patroli darat, hingga pemantauan udara dengan drone,” terangnya.
Upaya penyelaman sempat dilakukan di titik yang dicurigai menjadi lokasi korban terakhir terlihat. Namun hingga pukul 10.30 WIB, hasilnya nihil. Tak lama kemudian, pukul 11.00 WIB, kabar datang dari nelayan Demak yang menemukan jasad seorang pria mengapung di laut.
“Korban kemudian dievakuasi ke Mako Satpolair Demak. Dari ciri-ciri pakaian yang digunakan, sesuai dengan keterangan keluarga, korban berhasil diidentifikasi sebagai Sukono, pemancing yang sejak awal dicari,” tambah Mulwahyono.
Musibah bermula pada Selasa, 19 Agustus 2025, ketika 12 pemancing berangkat dari Tambak Lorok menuju Dam Lampu Merah, pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas. Perjalanan berlangsung lancar hingga sekitar pukul 10.30 WIB, ketika gelombang tinggi disertai angin kencang tiba-tiba menghantam perahu.
Pemilik perahu, Singgih, sempat berusaha menjemput para pemancing, namun cuaca buruk memperparah situasi. Hingga pukul 11.30 WIB, hanya tujuh pemancing yang berhasil diselamatkan, sementara lima orang lainnya hilang tersapu gelombang.
Pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hari pertama berhasil menemukan dua jenazah, disusul korban lainnya di hari kedua. Hingga akhirnya, korban terakhir, Sumono, ditemukan di perairan Demak setelah tiga hari pencarian intensif.
Daftar Korban Selamat (7 orang):
• Sigit (45), Kokosan Mrican, Semarang
• Hartono (46), Kokosan Mrican, Semarang
• Andi (45), Tegalsari Perbalan, Semarang
• Klowor (45)
• Sugeng (50), Ungaran
• Pak To, Tikung Baru, Semarang
• Mbahe
Meninggal Dunia (5 orang):
• Bagus, Pondok Raden Patah, Sayung
• Febriyanto Tri Cahyono (36), Sarirejo, Semarang
• Pujo Margono (56), Pandeanlamper, Semarang
• M. Kiswanto (35), Sarirejo, Semarang
• Sumono (35), Kramas, Tembalang
Menurut Mulwahyono, upaya pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyelaman, penyisiran laut menggunakan kapal, hingga pemantauan udara dengan drone. Lokasi penemuan Sumono berada di wilayah perairan Demak, tak jauh dari lokasi ditemukannya korban Pujo sehari sebelumnya.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat dan nelayan,” tegasnya. (SUL)