Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kematian Iko Juliant Junior Janggal, Alumni Unnes Tuntut Investigasi Transparan

MENDALAM - Suana duka masih menyelimuti rumah kediaman Iko Juliant Junior (19)
yang kematiannya masih menyimpan kejanggalan. (wahyu sulistiyawan/disway jateng)

SEMARANG — Suasana duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar almarhum Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes) angkatan 2024, yang meninggal dunia pada Minggu, 31 Agustus 2025. Kepergiannya meninggalkan sejumlah tanda tanya besar terkait penyebab kematiannya.


Rumah sederhana bewarna krem di Jalan Koro Raya 3 RT 4 RW 10 Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, tampak dipenuhi kerabat dan tetangga yang datang melayat.


Kematian Iko memunculkan sejumlah kejanggalan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa almarhum meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, temuan medis menunjukkan adanya luka serius pada limpa yang memicu pendarahan hebat.


Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) IKA Alumni FH Unnes, Ady Putra Cesario, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka posko layanan aduan sejak 31 Agustus. Hingga kini, sedikitnya 11 mahasiswa melaporkan diri terkait penangkapan maupun penahanan pascaaksi demonstrasi di Semarang.


“Pada tanggal 31 Agustus, kami juga menerima aduan terkait almarhum Iko. Namun, sebab kematiannya masih simpang siur. Ada yang menyebut kecelakaan, tapi kami juga mendapat informasi soal luka di limpa,” ujar Ady, Selasa 2 September 2025.


Menurutnya, langkah alumni masih bersifat normatif, yakni menelusuri bukti dan saksi agar penyebab pasti kematian tidak terus menjadi bola panas di publik.


Menurut kronogis keluarga, sebelum meninggal, Iko berpamitan kepada ibunya pada Sabtu 30 September 2025 sore. Ia mengenakan jas almamater, PDH DPM, dan membawa ransel biru sebelum berangkat dengan sepeda motor sekitar pukul 17.00 WIB.


Keesokan harinya, Minggu, 31 Agustus 2025 Iko dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh anggota Brimob Polda Jateng dalam kondisi kritis. Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui adanya kerusakan pada organ limpa yang menimbulkan pendarahan hebat. Ia sempat menjalani operasi darurat, namun kondisinya terus menurun.


Sang ibu sempat mendengar anaknya mengigau dengan kalimat, “Ampun Pak, tolong Pak, jangan pukuli saya lagi.” Beberapa jam setelah operasi, tepatnya pukul 15.30 WIB, Iko dinyatakan meninggal dunia.


Hingga kini, kronologi pasti masih belum jelas. Informasi mengenai kecelakaan lalu lintas disebut terjadi di sekitar Jalan dr. Cipto hingga Jalan Veteran. Namun, kendaraan bermotor yang digunakan Iko masih diamankan di Mapolda Jateng, sehingga belum dapat diverifikasi secara langsung.

Ady menegaskan, pihak alumni menghormati keluarga yang masih berduka dan trauma. “Kami minta media memberikan ruang bagi keluarga. Upaya hukum lebih lanjut akan diputuskan berdasarkan persetujuan keluarga,” katanya.


Alumni FH Unnes menekankan pentingnya investigasi transparan agar penyebab kematian Iko bisa terungkap jelas. “Kami hanya ingin mencari titik terang, agar tidak ada informasi abu-abu yang berkembang. Semua harus terang benderang,” tambah Ady.


Sebelumnya, Polisi menyebut bahwa Iko menjadi korban kecelakaan di Jalan Dr. Cipto, Semarang. Namun hingga kini, sepeda motor milik Iko masih berada di Polda Jateng.


Informasi lain menyebutkan Iko tidak sendirian, melainkan bersama seorang temannya bernama Ilham yang kini dalam kondisi kritis dan mengalami trauma berat.


Dari foto jenazah Iko yang beredar, terlihat luka sobek di bagian bibir dan kepala. Namun, belum diketahui detail luka lainnya karena jenazah langsung dimakamkan pada Senin 1 September 2025.


Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra, membenarkan adanya kecelakaan yang menimpa Iko. Meski begitu, ia mengaku masih mendalami penyebab pastinya.


"Iya betul, kecelakaan. Tapi masih kami lakukan pendalaman," ujarnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menegaskan pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut terkait informasi kematian Iko.


"Kami harus lakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kami berharap pihak keluarga atau perwakilan mendiang Iko segera menyampaikan laporan resmi ke Polrestabes Semarang atau Mapolda Jateng," tegasnya.