Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kasus Ayah Paksa Anak Minum Air WC, Aktivis Perempuan: Harus Ada Pendampingan Psikologis Bagi Anak

Aktivis perempuan Masnuah yang prihatin pada kasus Ayah paksa anak minum air wc

DEMAK — Kasus anak balita AUH (5) yang dipaksa minum air dari wc oleh ayah kandungnya ENC (43) di Demak mendapat perhatian dan rasa prihatin dari banyak pihak. Salah satunya dari Masnuah, aktivis perempuan pendiri Paralegal Pertiwi Demak yang selama ini aktif dalam perlindungan anak dan perempuan. Selain merasa prihatin, pihaknya juga ingin memastikan bahwa si anak balita tersebut mendapatkan pendampingan psikologi yang tepat.

 

“Saya sangat prihatin ya melihat kasus anak yang dianiaya bapaknya sediri imi . terlebih terjadi pada Hari Anak Nasional. Ini ironis sekali,,” ucap Masnuah.

 

“Padahal seharusnya orang tua itu melindungi anak, tapi masih ada anak-anak yang jadi korban dengan pelakunya orang tuanya sendiri,” imbuhnya.

 

Masnuah melanjutkan bahwa kejadian kekejaman dan kekerasan orang tua dan anak dengan pelakuknya orang tua sendiri masih banyak terjadi di masyarakat, untuk itu peran negara harus hadir dengan tepat agar kejadian kekerasan dengan anak ini tidak terus terulang.

 

Hadirnya negara sangat pentnig seperti yang tertera pada UU no 35 tahun 2014 dengan perubahan atas UU NO 23 tahun 2023 tentang perlindungan anak yang berbunyi perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak.

 

“Serta mendorong adanya langkah konkret untuk memulihkan kembali fisik, psikis, dan social anak korban dan atau anak pelaku kejahatan,” ucapnya.

 

“Negara harus hadir karena tanggung jawan negara , pemerintah baik pusat maupun daerah, masyarakat dan juga orang tua dalam melindungi anak dalam berbagai bentuk kekerasan, pelantaran, diskriminasi. Karena anak itu sudah seharusnya mendapatkan pengayoman terlebih pada orang tuanya,” bebernya.

Apapun alasannya, lanjutnya, bapak kandung atau pelaku tersebut sangat tidak dibenarkan seorang bapak menganiaya anaknya sendiri umur lima tahun yang masih balita dengan tindakan yang tidak manusiawi dengan memberi minuman air wc.

 

“Alasan apapun tidak dibenarkan, apalagi marah sama istrinya dan memakai anak menjadi ancaman,entah itu marah sama istrinya atau lagi emosi karena hal lain, terjerat judi online dan lain sebagainya,”

“Jadi, bisa jadi AUH itu trauma,” sergahnya.

 

Pemulihan Psikologis Anak


Masnuah mengapreasi tindakan APH yang cepat dalam memproses kasus ini, kendati demikian ia berharap agar anak balita tersebut juga mendapatkan pemulihan psikologis. Karena menurut Masnuah jika si anak trauma, bisa jadi anak itu tidak pernah bisa melupakan hal yang pernah menyakiti anak tersebut.

 

“Dan itu perlu pendampingan pemulihan psikosoial yang terus menerus,” ucapnya.

 

 “Karena seorang anak, siapapun yang menjadi korban itu tidak akan pernah melupakan hal yang pernah menyakiti, apalagi itu dari orang tuanya sendiri,” lanjutnya.

 

Harapan yang sama juga disampaaikan oleh Gayatri Rajapatni, Wakil Solidaritas Perempuan Demak yang mana kasus ini bisa ditindak tegas oleh aparat penegak hokum yaitu polres demak yang di mana itu memberi efek jera kepada orang tua atau masyarakat pada umumnya yang masih melakukan kekerasan terhadap anak-anak.


“Saya benar-benar berharap, anak tersebut mendapatkan pendampingan dengan tepat, supaya anak tersebut bisa melalui proses pemulihan psikisnya dengan baik, termasuk juga penguatan untuk keluarga, yaitu ibunya sendiri,” ucapnya.


“Saya yakin dengan perilaku orang tua atau suami, bapak pelaku seperti itu, itu bisa dipastikan juga dia juga melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada keluarga lainnya,” pungkasnya.


Kelakuan keji pelaku terhadap anaknya ini dilakukan karena curiga istrinya main serong saat bekerja di pabrik. Kelakuan keji dilakukan dengan maksud mengancam istrinya agar mengankat telepon darinya. Karena tidak kunjung diangkat anak dipaksa minum air wc yang diambil dari closed dipaksa minum dan ditampar berkali-kali.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube