Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Investasi di Demak Tembus Rp 13 Triliun, Kadin PMPTSP: Kendala Utama Rob

Kadin PMPTSP Demak
Umar Surya Sukmana saat ditemui di ruangnya
Senin (21/7/25) - Foto : Nungki Disway

DEMAK — Iklim investasi di Kabupaten Demak dalam kurun waktu 5 tahun mengalami tren positif. Di mana sejak tahun 2022 target dan realisasi investasi di Demak tercapai lebih dari 100%. Puluhan pabrik pun berdiri dan berimbas multiplayer effect positif bagi Demak. Hanya saja terdapat satu kendala yang menghambat investasi, yakni masalah rob.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Ka DinPMPTSP), Umar Surya Sukmana, menyampaikan bahwa tren investasi yang positif dilihat dari semakin banyaknya pabrik yang masuk ke Kab Demak. Dimana pada tahun 2022 terdapat 7 pabrik besar masuk kemudian susul menyusul pabrik lain dari pemodal asing maupun dalam negri masuk ke Demak.

 

“Setelah tahun 2022, itu ada 7 pabrik besar yang masuk ke Demak, tahun 2023 masuk 9 pabrik di Demak, 2024 ada 6 pabrik atau industry (yang masuk Demak) pada tahun 2025 sampai dengan Juni terdapat 5 pabrik yang masuk,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 21 Juni 2025.

 

Pihaknya melanjutkan bahwa pabrik yang masuk tersebut dari sektor penyemurnaan kain, pengilingan padi, kemudian sepatu teknik lapangan atau keperluan industri, kemudian produk roti dan kue, kertas tisu, ada juga motor listrik, peralatan listrik lainnya, penyemurnaan benang.

 

“Juga ada alas kaki untuk keperluan sehari-hari, kosmetik untuk manusia, terutama pasta gigi, kemudian barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan pribadi, mesin pendingin,” ucapnya.

 

Ia melanjutkan bahwa di tahun 2024 masuk sektor kerajinan ukiran dari kayu namun bukan mebelers, selanjutnya pencetakan umum, juga ban luar dan ban dalam, kemudian kosmetik untuk manusia, termasuk pasta gigi, barang dari logam, bukan aluminium, bahan yang siap pasang untuk bangunan, kemudian barang dari plastik untuk pengemasan.

 

“Sedangkan di 2025 ini industri yang masuk di sektor penyemurnaan benang, mortar atau beton siap pakai,kemasan dan kotak dari kertas dan karton. Yang terakhir peralatan elektrotermal rumah tangga,”ucapnya.*


Sementara itu untuk kawasan industri Jateng Land yang ada di Kabupaten Demak, terdapat 24 perusahaan yang berdiri hingga tahun 2025 dengan target 36 perusahaan di tahun 2026 dengan distributor pipa, kemudian PVC, baja, garment, property, handbag, kontraktor dan development, kemudian mahuku diabers, plastic injection, tas, kulit, tekstil, sepatu, kosmetik.

 

“Ada 24 industri atau pabrik yang masuk ke Jateng Land. Ini keterangan dari pihak Jateng Land, insyaallah di tahun ini juga masih ada banyak yang masuk juga, sehingga bisa menambah investasi yang masuk di Kabupaten Demak,” harapnya.

Umar menyampaikan bahwa terdapat kendala yang membuat perusahaan asing berpikir dua kali atau bahkan tidak jadi mendirikan perusahaan di Demak kendati perijininan usaha untuk bernvestasi di Demak sudah dilakukan sesimpel mungkin, system birokrasi perijinan yang semula ribet sudah banyak dipangkas.


“Kendalanya cuma satu kalo di Demak ini, yakni air. Baik masalah air rob atau air bersih. Ini sangat merugikan bagi kita,”ujar Umar.


“Saya dapat informasi dari pihak kawasan sebetulnya ada industri atau investor yang mau masuk dari Rusia dan Amerika. Tetapi ketika ke Demak pada saat itu terkendala macet dan banjir. Sehingga sepertinya mundur dan beralih ke tempat yang lain,” ucapnya.

 

Kendati demikian, Umar melanjutkan, bahwa berdasarkan informasi yang pihaknya terima, Jateng Land sudah mendapatkan surat ijin pengusahaan air (SIPA) untuk pengolahan air bersih, sehingga sudah tersedia air bersih yang dikelola sendiri oleh pihak Jateng Land.


Sementara untuk iklim invetasi di Kab Demak yang dinilai positif, Umar meyampaikan data dimulai tahun 2022 hingga saat ini selalu mencapai target. Di mana di taun 2022 target Rp1.035.000.000, terealisasi Rp3.097.623.470.000, yang terdiri dari PMA Rp602.150.670.000, PMDN Rp2.495.472.800.000 dengan prosentase pencapaian target 299%.

 

Kemudian di tahun 2023 target Rp3.200.000.000 terrealisasi Rp3.512.084.680.000, terdiri dari PMA Rp1.196.824.180.000, kemudian PMDN Rp. 2.315.260.500.000 rupiah dengan persentase P pencapaian target 110%.

 

Kemudian realisasi di tahun 2024 dari target Rp.3.200.000.000 rupiah(sama seperti 2023) terealisasi Rp.3.954.116.506.915, terdiri dari PMA Rp3.060.217.821.998 dan PMDN Rp891.898.684.917 rupiah atau pencapaian persentasenya 124%.

 

“Sedangkan di tahun 2025 ini, dengan target Rp4.448.000.000.000. Hingga bulan Juni (relaisasi TW I) Telah terrealisasi Rp2.416.874.231.952. Terdiri dari PMA Rp2.280.462.314.739. dan PMDN Rp136.411.917.213 prosentase 54%,” pungkasnya.

 

Dengan investasi yang meningkat maka multiplayer efct yang didapatkan Kab Demak pun beragam. Baik yang masuk PAD aataupun yang dinimkati oelh mayarakat, semisal ada tumbuh peluang baru untuk usaha, misalnya kost, laundry, makanan.

 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube