SALATIGA — Ketua PHRI Kota Salatiga periode 2025-2030 Arso Adji Sadjiarto mengungkapkan kondisi Perhotelan dan Resto di Salatiga selama diberlakukannya efisiensi.
Ia menyampaikan, jika omzet Hotel dan Resto di Salatiga sejak awal tahun 2025 mengalami penurunan hampir 70%.
Hal ini disampaikan Arso Adji Sadjiarto ditengah Muscab dan Pengukuhan NPC PHRI Kota Salatiga Periode 2025-2030, di Hotel Grand Wahid Salatiga, Selasa 24 Juni 2025.
Dijelaskan Arso Adji Sadjiarto, bahwa turunnya omzet Hotel dan Resto di Salatiga memang dampak dari keluarnya Keppres No 1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran di Pemerintah Daerah Kabupaten Kota seluruh Indonesia.
"Memang, Keppres No 1 tahun 2025 ini tidak hanya menghantam hotel dan restoran tetapi bisnis ikutan terdampak. Baik itu UMKM, baik itu para pedagang pasar yang ketika omzet kita ini hotel ini sekarang penurunannya hampir 70% termasuk restoran," ungkapnya.
Bahkan, lanjut dia, tamu dari hotel penurunannya hampir 50 sampai 45%. Angka ini ia klop-kan dengan Pemkot Salatiga dalam hal ini, Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Salatiga.
"Betul ya Pak Iwan ya, jadi penurunan omzet ini pengaruhnya besar sekali terhadap pendapatan asli daerah. Yang biasanya kalau Salatiga Ulang Tahun Pemkot selalu memberikan program diskon untuk stimulus diskonnya bisa 20%, 15%, 5% bertahap. Ini hanya untuk stimulan supaya teman-teman hotel dan restoran ini bisa bergairah," ujarnya.
Namun, untuk tahun ini Pemkot Salatiga sama sekali tidak ada program great sale atau pun diskon.
Sehingga, Arso berharap besar di pertengahan tahun ini hingga akhir tahun 2025 ada peningkatan pendapatan daerah dari sektor hotel dan resto.