DEMAK — Bertujuan meninjau langsung lokasi dan memberikan benih padi ke petani terdampak banjir, Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH Taj Yasin Maimoen sekaligus melakukan kunjungan kerja ke Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Kamis 3 Juni 2025.
Wagub menegaskan bahwa penanganan banjir di Demak sudah memasuki tahap finalisasi, dengan pembagian tugas yang jelas antar instansi seperti PU, Pusdataru, BBWS, hingga Pemerintah Kabupaten.
"UNDIP pun dilibatkan dalam pengkajian teknis pembangunan tanggul modern yang diberi nama High Bridge Sea Wall—solusi baru yang lebih efisien dari segi biaya dan berdampak luas," ucap Taj Yasin.
Ia melanjutkan bahwa dengan kajian baru ini, bisa memperpanjang penanganan hingga 10 km, bahkan sampai ke wilayah Jepara, Kecamatan Kedung. Ini bentuk respons cepat kita terhadap bencana yang nyata, dan kita bergerak atas dasar kemanusiaan, bukan hanya soal keuntungan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, proyek tanggul ini merupakan upaya kolektif untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian yang kini terendam air setinggi hingga 2,5 meter. Pemerintah provinsi telah melakukan pengukuran koordinat dan persiapan pembangunan tanggul bersama UNDIP dan Pusdataru. Proyek ini ditargetkan akan mulai dikerjakan paling cepat pada bulan September 2025, seiring dengan finalisasi anggaran APBD.
“Yang kita selamatkan adalah 9.000 hektare lahan pertanian, menyangkut ketahanan pangan nasional. Maka gotong royong antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat penting. Kita mulai dari sekarang,” tegasnya.
Wagub juga menyampaikan, penurunan produktivitas pertanian di Kabupaten Demak yang disebabkan oleh banjir telah mempengaruhi kontribusi Jawa Tengah terhadap hasil pangan nasional. Namun, ia optimis, dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, Demak bisa kembali menjadi lumbung padi andalan.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, masyarakat juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan normalisasi Sungai Pelayaran. Banyak warga secara sukarela membantu mengangkat sedimentasi dan menyediakan alat berat milik desa untuk mempercepat proses pembersihan.
Wakil Gubernur berharap, masyarakat yang lahannya dilewati proyek tanggul dapat memahami pentingnya penanganan kebencanaan secara cepat. Ia juga memastikan, komunikasi lintas sektor termasuk dengan DPRD sudah dilakukan agar tidak ada hambatan dalam alokasi dan pelaksanaan anggaran.
"Insya Allah, ini menjadi amal kita bersama. Jika masyarakat semangat seperti ini, tidak perlu tunggu waktu lama. Minggu depan, koordinat tanggul sudah selesai, dan segera kita bergerak,” pungkasnya.