Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Harga Beras Naik Drastis di Pasar Peterongan Semarang Karena Faktor Cuaca

Harga beras premium di pasar Peterongan Kota Semarang mengalami kenaikan yang signifikan.

SEMARANG — Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir. Di Pasar Peterongan, harga beras premium kini menembus Rp80 ribuper 5 kilogram, sedangkan beras curah mencapai Rp16 ribu per kilogram. Kenaikan ini langsung dirasakan oleh pedagang dan konsumen.


Menurut Denny Susanto, pedagang sembako di Toko Bu Kus Pasar Peterongan, lonjakan harga terjadi secara tiba-tiba dan cukup tinggi.


"Kalau yang kemasan premium sekarang bisa sampai Rp80.000, padahal sebelumnya hanya Rp75.000. Yang curah dari Rp14 ribu jadi Rp16 ribu per kilo," ujarnya saat ditemui wartawan Diswayjateng.com, Senin 30 Juni 2026.


Denny mengaku, sejak harga naik dua minggu lalu, ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian. Hal serupa juga dilakukan oleh para pelanggan, yang biasanya membeli 5 kg, kini hanya mengambil 2 kg.


"Konsumen jelas mengurangi pembelian. Saya pun berusaha tidak menaikkan harga terlalu cepat untuk stok lama, supaya mereka tetap bisa beli," tambahnya.


Terkait penyebab kenaikan, Denny menyebut belum ada informasi pasti, namun menduga bisa karena gagal panen atau keterbatasan kuota distribusi.

"Harapannya harga kembali stabil, kondisi sekarang cukup berat bagi pedagang dan pembeli," tuturnya.


Sementara itu, Mulyadi, pemilik Toko Mul Saos di pasar yang sama, mencatat kenaikan bertahap dalam seminggu terakhir. Menurutnya, harga beras kemasan 5 kg naik dari Rp71.000 menjadi Rp76.000. Untuk beras medium, harga naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per kilogram.


"Yang paling mengeluh itu pedagang kecil seperti penjual nasi goreng. Harga naik, pendapatan mereka turun. Banyak yang protes," ujarnya.


Mulyadi menduga hujan berkepanjangan menyebabkan panen tidak serentak, sehingga pasokan berkurang. Ia juga berharap ada solusi dari pemerintah, seperti Operasi Pasar (OP) oleh Bulog, untuk menekan harga.


"Kalau bisa ada OP seperti dulu, biasanya harga bisa ditekan. Kami di pasar berharap harga tidak terus naik, apalagi kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih," harapnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube