SALATIGA — Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga Henny Mulyani mengatakan, sejak bulan April 2025 hama tikus serang lahan sawah pertanian di Kota Salatiga seluas kurang lebih 30 hektar.
Hal ini disampaikan Henny Mulyani di tengah Gerakan Pengendalian Tikus buntut dari serangan hama tikus terhadap pertanian tersebar di empat Kecamatan di Kota Salatiga, Kamis 31 Juli 2025.
Kegiatan dipusatkan di Sawah Kelompok Tani Al Baroqah Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo itu dihadiri langsung oleh Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani.
Terlihat hadir, hampir seluruh petani kelompok Al Barokah yang dipimpin oleh Ahmad.
Selain itu, tampak Babinsa Komando Rayon Militer (Koramil) 01/Kota Kodim 0714 Salatiga serta, penyuluh Pertanian dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di bawah Dinas Pertanian Provinsi Jateng, Yuliyanto dan Arif Zaky Alwi POPT.
Dikatakan Henny Mulyani, kondisi Pertanian Kota Salatiga saat ini memang sedang tidak baik-baik saja.
Dimana, pada spot-spot tertentu Pertanian terjadi serangan tikus.
"Seperti daerah lain di Jawa Tengah saat ini memasuki triwulan Ke-dua banyak terjadi serangan tikus, termasuk pertanian di kota Salatiga," kata Henny Mulyani.
Dan pada hari ini, lanjut dia, dilakukan Gerakan Pengendalian Tikus buntut dari serangan hama tikus terhadap pertanian khususnnya di Sawah Kelompok Tani Al Baroqah Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo.
Ia menyebutkan, meskipun luas lahan Pertanian di Kota Salatiga yang ditanami (padi) seluas 330 hektar namin lahan yang diserang hama tikus seluas 27 hektar.
"Dan hari ini tambah 2 bidang lagi yang diserang hama tikus, sehingga total ada sekitar 30 hektar untuk di empat Kecamatan di Kota Salatiga," ungkapnya.
Dari jumlah itu, Henny mengklaim luasan Pertanian di Kota Salatiga yang diserang hama tikus masih terbilang kecil yakni sekitar 11% saja dari ketentuannya yakni 25%.
Dan melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Tikus ini, Ia menegaskan, sebagai upaya menekan semakin luasnya serangan hama tikus.
Sementara, Ketua Kelompok Tani Al Barokah Ahmad menambahkan jika kondisi lahan pertanian di sekitaran Sidoarjo termasuk jenis pertanian tadah hujan karena memang kesulitan untuk mendapatkan aliran air melalui irigasi.
Dan terkait dengan serangan hama tikus petani Kelompok Tani Al Barokah Sidorejo sebenarnya setelah melakukan sejumlah upaya untuk melakukan pencegahan.
"Kita sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya diantaranya melapor ke Dinas Pertanian, pasang umpan dan bersih-bersih sekitar lahan Pertanian yang dapat memancing tikus datang," tambah Ahmad.
Ia pun mengamini apa yang disampaikan Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani, jika kegagalan panen di kecamatan Sidorejo masih terbilang kecil saat ini.