Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Guru Madin dan Pihak Keluarga Islah, Murid D Tak Trauma Sekolah

Guru madin

DEMAK — Keluarga murid D siswa Madrasah Diniyah (Madin) yang tempo hari berpolemik dengan guru madrasah hingga viral sehingga sempat didatangi Gus Miftah, mendatangi guru madin bermana Ahmad Zuhdi untuk bersilaturahmi dan mengembalikan uang sebesar Rp.12,5 juta ke kediaman guru di desa Cangkring, Karanganyar, Demak.


Pihak Zuhdi pun menyambut hangat kedatangan pihak keluarga D, dimana dikeetahui, awalnya denda yang dilayangkan pihak keluarga murid kepada Ahmad Zuhdi sebesar Rp 25 juta, namun setelah dilakukan negosiasi menjadi senilai Rp 12,5 juta. 


Penasehat hukum dari Bapak Ahmad Zuhdi, Choirin Nizar Alqodari, menyampaikan bahwa kedatangan keluarga murid bermaksud untuk menjalin tali silaturahmi sekaligus mengembalikan uang denda yang sempat diterima. 


“Dari kedua pihak pada hari ini telah melakukan islah, tadi ada beberapa poin yang disampaikan, pertama meminta maaf, dan berkeinginan mengembalikan (uang denda yang diminta). Tapi dari keluarga Pak Zuhdi menolak, artinya beliau sudah mengikhlaskan untuk diberikan kepada keluarga murid,” kata dia. 


Silaturahmi antara keluarga murid dengan keluarga guru madrasah tersebut berlangsung lancar dari kedua belah pihak saling menerima maaf, pihak keluarga murid menyesali dengan adanya kejadian seperti ini.


"Dan saya harapkan pada semua masyarakat dan medsos untuk mensterilkan masalah ini karena masalah ini sudah selesai,” ujarnya. 


Nizar juga mengatakan, dengan viralnya pemberitaan berkaitan dengan hal tersebut, murid yang pernah ditampar oleh Ahmad Zuhdi sempat tidak mau ke sekolah. 


“Sempat (tidak mau sekolah) karena mungkin trauma, tapi kemarin infonya sudah mau sekolah lagi,” katanya. 

Ia pun berharap, kejadian ini diharapkan menjadi sebuah pelajaran bagi masyarakat, sehingga kejadian serupa dihadapkan tidak terulang kembali. 


“Ini untuk pembelajaran bagi semuanya. Semoga ini kejadian terakhir dan kejadian serupa tidak sampai terjadi lagi,” harap Nizar.


Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan dari pihak keluarga murid, Sutopo, bahwa kedatangannya bersama orang tua murid untuk meminta maaf dan mengembalikan uang denda yang diterima sebelumnya. 


“Denda yang awalnya memang Rp 25 juta, tapi disepakati Rp 12,5 juta. Ini mau saya kembalikan, tapi dari Pak Zuhdi bilang tidak usah, karena beliau sudah ikhlas,” katanya. 


Sutopo yang mengaku sebagai paman murid tersebut, mengatakan bahwa atas kejadian ini orang tua murid yang melapor sempat trauma. Lantaran namanya viral di berbagai platform media sosial. 


“Kalau ibu (orang tua murid), iya (sempat trauma) karena namanya menjadi viral, ya intinya takutlah namanya juga perempuan,” ucap dia. 


“Tapi niatnya kesini ikhlas minta maaf kepada Pak Zuhdi sekaligus mengembalikan uang denda Rp 12,5 juta,” tutupnya.