SEMARANG — Gerakan Pemuda (GP) Ansor didorong untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di tingkat desa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Ansor dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah pada, Kamis 16 Oktober 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo atau Gus Shidqon, secara resmi mengundang Gubernur untuk menghadiri Pelantikan Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah Masa Khidmat 2025–2029, yang akan digelar pada 2 November di Pondok Pesantren Asshodiqiyah, Kota Semarang.
“Inti kedatangan kami adalah mengundang Pak Gubernur hadir dalam pelantikan. Di luar itu, Ansor selalu siap mendukung program pemerintah.
Kami sudah banyak berkolaborasi dengan Pemprov, salah satunya dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ujar Gus Shidqon.
Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi kontribusi GP Ansor yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan yang berakar kuat di masyarakat dalam memperkuat gerakan sosial dan pengentasan kemiskinan.
“Selamat atas pelantikannya nanti. Prinsip saya, semua ormas, termasuk NU dan Ansor, harus kita gerakkan. Mereka perlu dilibatkan bekerja bersama masyarakat, terutama di level desa, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri sejak 24 April 1934, GP Ansor berfokus pada pembinaan generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa pengabdian.
Dengan kepengurusan baru, organisasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan Jawa Tengah serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.