Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Duka Keluarga Kecelakaan di Tol Pemalang, Mengenang Sosok Endah yang Hangat dan Aktif

Suasana rumah duka Endah Ciptaningtum di jalan Bukit Unggul Sampangan kelurahan Bendan Ngisor Semarang Minggu 26 Oktober 2025. Foto : Umda

SEMARANG — Suasana duka menyelimuti keluarga besar, teman dan tetangga Endah Ciptaningtum di Jalan Bukit Unggul 1 kelurahan Bendan Ngisor Semarang, salah satu korban tewas kecelakaan di tol Pemalang.


Ratusan warga teman dan kerabat ikut menghantar kepergian terakhir almarhum yang aktif di Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor yang menjadi korban kecelakaan exit tol di Pemalang.


Tepat pukul 11.00 , jenasah korban kecelakaan itu di makamkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) kelurahan setempat.


Berbagai ucapan ikut berduka melalui karangan bunga memenuhi kampung tersebut. Diantara karangan bunga berasal dari Walikota Semarang, Wakil Walikota, dan teman-teman.


Ungkapan duka cita disampaikan Asih (64) salah satu kerabat korban asal Pemalang.


Menurut Asih, kabar itu datang begitu tiba-tiba dan meninggalkan luka mendalam.


“Saya dikabari sekitar jam sebelas siang. Katanya Bu Endah kecelakaan di Pemalang, dan... sudah meninggal di tempat,” tutur Asih dengan suara bergetar .


Asih mengaku sempat diminta memastikan jenazah, namun ia tak kuasa menahan air mata saat mendengar kondisinya.


“Saya disuruh lihat buat memastikan, tapi saya nggak berani. Katanya parah. Akhirnya semua keluarga saya kabari, terus dibawa ke RS Siaga Medika,” ujarnya pelan.


Bu Endah meninggalkan seorang suami dan dua anak. Anak laki-lakinya masih duduk di kelas 3 SMA, sementara putri sulungnya sedang dalam perjalanan pulang dari Australia.

“Kami semua terpukul. Apalagi dengar kecelakaannya parah. Padahal rencananya mau piknik ke Guci,” kata Asih menahan haru.


Rombongan Endah berangkat bersama rombongan FKK dari Semarang menuju Guci untuk berlibur. Namun, sesampainya di Exit Tol Pemalang, mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan.


“Sudah keluar tol, tapi masih di jalur pintu keluar. Di situ kejadiannya,” kenang Asih.


Keluarga di Pemalang langsung bergegas menuju rumah sakit setelah menerima kabar. Namun proses identifikasi sempat terkendala karena barang-barang pribadi korban, seperti ponsel dan dompet, tidak ditemukan.


“Identitasnya nggak ada. Jadi polisi nunggu keluarga dari Semarang datang,” ujar Asih.


Sebagian keluarga mendampingi jenazah sejak malam dengan ambulans, sementara lainnya baru bisa berangkat pagi.


“Yang adik-adik dan keponakan langsung ikut ambulans jenazah malam itu,” katanya. Di mata keluarga dan lingkungan, Bu Endah dikenal sebagai sosok yang hangat, aktif, dan peduli.


“Dia aktif di PKK, di FKK Kesehatan juga. Orangnya baik, supel, dan suka membantu,” kenang Asih. Bagi keluarga, kenangan tentang Bu Endah paling kuat terasa setiap kali Lebaran tiba.


“Setiap Lebaran pasti pulang. Kumpul sama saudara, ketemu di rumah mbah. Suasananya selalu hangat, ramai, penuh tawa,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


Meski kini sosok itu telah tiada, bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, Bu Endah akan selalu diingat sebagai perempuan yang ramah, ringan tangan, dan penuh kasih — sosok ibu yang tak hanya menghidupkan rumahnya, tapi juga hatinya bagi banyak orang.