SALATIGA — Kasus dugaan bullying dialami ASY, siswa SDN 01 Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali terus bergulir.
Ibu korban dugaan bullying Nurul, kepada wartawan Disway Jateng mengungkap fakta baru, Minggu 2 November 2025.
Melalui pesan whatsapp (WA) saat menjaga ASY dirawat intensif di RSUP dr Sardjito Yogyakarta, Nurul menyebutkan pihak sekolah meminta Wali Murid tidak memperpanjang masalah.
"Murid lain pun juga ada yang pernah lapor tentang pembullyan ASY, tapi meminta wali murid untuk tidak memper panjang masalah," ungkap Nurul.
Nurul juga membantah jika sebagai orang tua, ia tidak pernah melaporkan adanya pembullyan terhadap anaknya, ASY.
Nurul mengaku, ia beberapa kali menyampaikan kepada Wali Kelas ASY hingga Kepala Sekolah terkait aksi pembullyan diduga di alami anaknya.
"Di situ (beberapa media) ibu Kepala Sekolah bilang kalau gak pernah ada laporan, padahal saya sudah beberapa kali lapor ke Wali Kelas dan ke Kepala Sekolah 1 kali," tegas Nurul.
Nurul kembali menyampaikan fakta, jika ASY anaknya, sebelum kejadian hingga terbaring di RSUP dr Sardjito Yogyakarta dalam kondisi sehat dan tidak ada penyakit apapun.
"Sebelum kejadian ini anak saya sehat tidak ada penyakit apapun. ASY pun sering laporan ke para guru," akunya.
Sebelumnya, ASY siswa SD Negeri 1 Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali diduga menjadi korban bullying di lingkungan sekolahan, hingga Minggu 2 November 2025.
Hingga kini, ASY masih belum sadarkan diri dari kritisnya dan sempat dirawat ICU RSUP dr Sardjito Yogyakarta beberapa hari.
Tercatat 10 hari dirawat, ASY menunjukkan perkembangan baik meskipun belum sadarkan diri namun
sudah dipindahkan ke ruang bangsal 5 hari terakhir.
"Alhmdulillah selalu ada perkembangan baik setiap harinya, tapi untuk sadar masih belum," ungkap Nurul.
Sebagai keluarga, harapannya bisa melihat anak pertamanya kembali sehat seperti sedia kala.
"Harapan kami, bisa melihat anak kami sehat pulih kembali seperti sedia kala. Kami minta pendampingan dari pihak terkait untuk bisa ikut bantu kesembuhan anak kami, kami masih menunggu itikad baik mereka (pelaku pembully Arsya)," imbuhnya.