Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dispora Salatiga Bidik 6.319 Pengangguran, Masuk Program Jarkom Mabar

MENYERAHKAN : Kadispora Budi Prasetiyono saat menyerahkan buku Wirausaha Muda Kota Salatiga kepada Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan Ketua DPRD Dance Ishak Palit. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri

SALATIGA — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga bidik 6.319 pemuda sebagai sasaran intervensi JARKOM MABAR (Jaringan Komunitas Mahasiswa dan Anak Muda Berwirausaha Rintisan Startup). 


Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga, Drs. Budi Prasetiyono, M.Si., mengatakan berdasarkan data Dispora tahun 2023 dari 44.666 pemuda usia 16–30 tahun di Salatiga, terdapat 6.319 yang masih menganggur. 


"Kelompok inilah yang menjadi sasaran intervensi kami dalam program JARKOM MABAR," ungkap Budi di tengah Malam Penganugerahan Penumbuhan Wirausaha Muda Kota Salatiga Tahun 2025 di Rumah Dinas Wali Kota, Senin 3 November 2025. 


Disampaikan Budi, program unggulan yang dijalankan Dispora Salatiga yakni JARKOM MABAR saat ini telah melalui fase inkubasi bisnis.


Dan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan daya saing kepemudaan, sejalan dengan misi kedua Wali Kota.


"Yakni, mewujudkan pembangunan ekonomi inklusif berbasis sektor unggulan daerah melalui kolaborasi prestasi daerah dan permodalan UMKM," ungkap dia. 


Budi menegaskan pentingnya keseriusan dan konsistensi generasi muda dalam mengelola usaha, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045 dan menghadapi tantangan Bonus Demografi.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyusun Rencana Aksi Daerah Kepemudaan yang akan ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai pedoman sinergi lintas sektor.


Proses seleksi peserta berlangsung selama tujuh bulan melalui mekanisme kolaborasi pentahelix (akademisi, bisnis, masyarakat, pemerintah, dan media).


"Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran online sebanyak 100 peserta, kemudian disaring menjadi 50 peserta yang lolos tahap kedua, hingga terpilih 30 peserta terbaik yang mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif selama tiga bulan," paparnya. 


Selanjutnya, para peserta akan mendapatkan materi pelatihan meliputi Inovasi Produk, Daya Saing, Manajemen Keuangan, SDM, Digital Marketing, serta Artificial Intelligence (AI).


Sebagai bagian dari pendampingan, peserta juga mengikuti studi lapangan (best practice) ke Dispora Kabupaten Tegal dan Dispora Kota Bandung. 


Dimana, dua daerah tersebut telah berhasil mencetak wirausaha muda berprestasi nasional.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube