Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Direhabilitasi Rp28 M, Gereja Blenduk Siap Digunakan Lagi

SEJARAH - Bangunan cagar budaya Gereja Blenduk di Kawasan Kota Lama Semarang selesai direhabilitasi
dan digunakan lagi sebagai tempat ibadah. (wahyu sulistiyawan/disway jateng)

SEMARANG — Akhirnya, gereja Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) sudah resmi bisa digunakan kembali setelah dilakukan proses rehabilitasi oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyan (PUPR).


Gereja yang termasuk bangunan cagar budaya ini resmi digunakan dan diresmikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin di Kawasan Kota Lama, Semarang. 


Iswar menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses rehabilitasi bangunan yang merupakan salah satu ikon utama Kota Semarang tersebut.


"Merupakan sebuah anugerah bagi kita semua dapat berada di tempat yang begitu bersejarah ini. Gereja Blenduk bukan hanya bangunan, tetapi simbol kebanggaan, toleransi, dan keberagaman warga Kota Semarang," ujar Iswar, Minggu 7 September 2025.


Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR resmi memulai rehabilitasi Gereja Blenduk Semarang dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Proses restorasi bangunan cagar budaya berusia 272 tahun ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu satu tahun.


Iswar menjelaskan bahwa proyek tersebut bukan pekerjaan sederhana. Restorasi bangunan bersejarah memiliki tantangan berbeda dibanding pembangunan gedung baru, karena harus mengikuti aturan ketat, mengutamakan ketelitian, serta melibatkan berbagai pihak.


"Merawat bangunan heritage memerlukan kehati-hatian khusus. Bukan sekadar memperbaiki, tapi juga menjaga nilai sejarah agar tetap terjaga," ujarnya.


Ikon wisata Kota Lama Semarang


Gereja Blenduk menjadi salah satu ikon wisata Kota Lama Semarang yang selalu menarik perhatian wisatawan. Hampir setiap pengunjung yang datang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan bangunan bergaya arsitektur kolonial tersebut.

"Setiap orang yang melintas di kawasan Kota Lama akan terpesona dengan keindahan Gereja Blenduk. Banyak wisatawan menjadikannya latar belakang foto, siang maupun malam," kata Iswar.


Data menunjukkan, setelah revitalisasi Kota Lama dalam lima tahun terakhir, jumlah kunjungan wisata ke Semarang meningkat tajam. Bahkan sejak 2019, kunjungan ke Kota Lama tercatat melampaui destinasi populer Candi Borobudur.


Lebih dari sekadar destinasi wisata, Gereja Blenduk juga menjadi simbol toleransi di tengah masyarakat multikultural Semarang.


"Selama 272 tahun berdiri, gereja ini bukan hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga saksi perjalanan sejarah kota. Inilah bukti bahwa pembangunan tidak boleh melupakan akar budaya," jelasnya.


Iswar menegaskan bahwa Gereja Blenduk adalah milik semua warga Semarang, tanpa memandang latar belakang. "Gereja ini merepresentasikan keberagaman dan persaudaraan. Siapapun yang datang akan merasakan kehangatan sejarah dan harmoni di sini," tambahnya.


Pelestarian Gereja Blenduk


Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian Gereja Blenduk sebagai warisan budaya dan identitas Kota Lama.


"Mari kita rawat bukan hanya fisik bangunannya, tapi juga semangat toleransi yang terpancar dari setiap sudutnya. Semoga Gereja Blenduk selalu menjadi simbol harmoni, persaudaraan, dan kasih bagi Kota Semarang," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube