SEMARANG — Semarang memang terkenal punya banyak pilihan oleh-oleh, tapi Febi Natalia ingin bikin sesuatu yang beda. Dari situlah lahir ide menghadirkan cookies berbahan dasar asem jawa camilan manis-asam yang jarang banget ditemui.
Inspirasinya ternyata datang dari sejarah nama Kota Semarang sendiri. Konon, nama Semarang berasal dari pohon asem yang tumbuh jarang-jarang (asem arang-arang).
Dari situlah Febi kepikiran, untuk membuat olahan khas Semarang dengan bahan utama asem jawa.
Menurut Febi sebenarnya ingin membuag cake, tapi menurutnya, cake sudah terlalu umum. Maka lahirlah inovasi cookies asem jawa yang punya rasa autentik khas, tapi tetap bisa diterima lidah semua orang.
"Saat ini, baru ada tiga varian yang ditawarkan yakni original, choco chips, dan double choco," ujarnya kemarin di hotel Front One HK.
Untuk adonannya, Febi pakai perpaduan asem jawa dan gula aren. Menariknya, rasa asemnya nggak langsung terasa di gigitan pertama, tapi muncul perlahan di after taste memberi sensasi unik dibanding cookies biasa.
Febi mulai mengembangkan ide olahan asem sejak 2015, tapi baru benar-benar memproduksi cookies ini sekitar 2022–2023. Pemasarannya masih terbatas, kebanyakan lewat online dan pameran UMKM.
Tantangan terbesarnya adalah mengenalkan produk ke masyarakat.
“Kalau orang cuma baca cookies asem jawa, biasanya kurang tertarik. Makanya kita rajin kasih tester, biar mereka coba dulu. Nah, biasanya begitu coba, mereka langsung beli,” ungkap Febi.
Dalam sebulan, penjualannya masih berkisar puluhan bungkus, sekitar 40 hingga 60 kemasan. Tapi Febi optimis, dengan makin banyaknya pameran dan pengenalan produk, cookies asem jawa bisa jadi oleh-oleh khas baru Kota Semarang.
Sebelum terjun dengan produk ini, Febi sudah lama berkecimpung di dunia bakery. Sejak 2010 ia sudah dikenal sebagai baker yang biasa membuat cake dekorasi, termasuk kue ulang tahun. Pengalaman inilah yang kemudian jadi bekal untuk melahirkan inovasi cookies asem jawa yang kini mulai dikenal masyarakat.