Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Budidaya Maggot, Solusi Darurat Sampah di Semarang

DARURAT - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong masyarakat memudidayakan maggot sebagai salah satu solusi darurat sampah di kotanya. (ist.)

SEMARANG — Budidaya maggot sangat membantu mengurangi sampah organik rumah tangga di Kota Semarang. Apalagi kondisi TPA Jatibarang saat ini sudah mengalami oveload atau status darurat sampah. 


Menurut Wali kota Semarang, Agustina program GUMREGAH (GErakan terpadU MasyaRakat mEnGelola samPAH) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Semarang dengan budidaya maggot di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik dapat mengatasi permasalahan sampah organik.


"Ini adalah terobosan nyata dan solusi strategis untuk mengatasi masalah sampah organik di kota kita. Mengingat lebih dari 60% sampah di TPA Jatibarang adalah limbah organik, maka kehadiran program seperti ini sangat vital," ujar Agustina, Sabtu 13 September 2025.


Budidaya maggot yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2025 ini menunjukkan hasil yang signifikan. Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, lokasi budidaya di Jabungan telah mampu menghasilkan 100 kg maggot per hari, sekaligus menghabiskan 1 hingga 2 ton sampah organik setiap harinya.


Lebih dari sekadar mengelola sampah, program ini juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Hasil panen maggot akan dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi tinggi untuk ternak, hingga pupuk organik (kasgot) bagi petani kangkung, cabai, dan tomat.

Semua kegiatan ini dilakukan di lahan "Banyumanik Berdaya" dan dikelola oleh warga setempat.


"Binatang peliharaan (ternak) apa yang akan memiliki nilai ekonomi tinggi jika makan maggot? Ayam, lele, dan bebek. Ya nanti tahun 2026 kita akan turunkan percobaan menggabungkan antara usaha rumah maggot dengan usaha peternakan," jelas Agustina.


Agustina berharap, keberhasilan program di Jabungan ini dapat menginspirasi kelurahan-kelurahan lain di Semarang untuk menerapkan hal serupa. Karena komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Semarang terhadap Program Semarang Bersih perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.


"Dari sampah yang tadinya menjadi masalah, kini lahir solusi yang memberi nilai tambah secara ekonomi, lingkungan, dan sosial. Inilah ekonomi sirkular, dari sampah berputar kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat," tutup Agustina.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube