Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bantahan Bos Karaoke Rusak Masjid, Ibo: Saya Sendiri Islam, Sahadat Pegangan

Bos Karaoke Paradise Slamet Iba Wancaya alias Ibo

UNGARAN — Bos Karaoke Paradise Slamet Iba Wancaya alias Ibo membuat klarifikasi dalam bentuk video. Klarifikasi itu dilakukan usai dituding melakukan perusakan Masjid di Dusun Jetak Desa Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang. dan menghina agama Islam serta Hari Santri,


Dalam satu ruangan sederhana dengan T-shirt hitam serta celana jeans lengkap blangkon, Ibo meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. 


Meski telah memberikan klarifikasi kepada wartawan atas bantahan bukan sebagai pelaku perusakan Masjid, namun Ibo tetap ingin menyampaikan permohonan kepada umat Islam seluruh Indonesia. Terkhusus di Kabupaten Semarang yang resah atas beredarnya video dugaan penistaan agama tersebut. 


Diawali salam, Ibo pun menjabarkan ia tidak mengatakan yang buruk kepada Agama yang dianutnya sejak lahir itu. 


"Pada umat Islam seluruh Indonesia khususnya Bandungan, pada dasarnya saya tidak mengatakan yang buruk, saya sendiri atas nama Allah, Islam, Sahadat pegangan saya," ujar Ibo. 


Namun, lanjut dia, ia mengaku mengatakakan bahwa secara pribadi dirinya tidak lah memiliki prilaku yang baik. 


"Saya ini berprilaku memang tidak baik, tidak melakukan Islam yang sempurna. Saya mempunyai sifat asu (anjing), bajingan, saya punya sifat ke karaoke karena berhubungan dengan tempat usaha, saya menjunjung tinggi nilai-nilai islam," akunya. 


"Jadi, pada umat islam yang tersingung dengan pemberitaan-pemberitaan yang dimaksud asu bajingan itu saya sendiri perilaku saya sendiri," ucapnya, meluruskan video beredar.


"Kepada para santri umat Islam saya mengklarifikasi saya menyinggung santri, tentang hebatnya hari santri yang tahu santri endiri, saya tidak pernah nyantri, saya pengusaha karaoke Bandungan tidak tahu tepat bahwa hari itu Hari Santri. Pertanyaan itu diberikan pada orang yang tidak tepat pada waktu yang kurag tepat. Pada saat itu saya ditanya seorang oknum wartawan, saya tidak tahu hari itu Hari Santri saya juga tidak tahu apa hebatnya Hari Santi. Saya pengusaha karoke tidak tahu kalau hari itu Hari Santri," paparnya. 


Secara gamblang, Ibo juga menceritakan ihwal perkara ini mencuat ke permukaan hingga memicu amarah tokoh agama hingga organisasi IsIam di Kabupaten Semarang sekitarnya. 


Awalnya, kedua orang pria mengaku wartawan berinisial PJ dan MK datang ke tempat usaha Karaoke milik Ibo di Bandungan. 


"PJ ini datang bersama teman-temannya minta dilayani free karaoke. Ada bukti kwitansi pelayanan karaoke yang mereka gunakan," ungkap Ibo. 


Namun, tagihan ini oleh PJ dan rekannya ditolak dan enggan membayar, ujung-ujungnya minta gratisan. 


Permintaan itu sulit dipenuhi karyawan Karaoke Paradise hingga sekelas Manager turun menyelesaikan tagihan, namun buntu. 


"Manager saya kemudian menghubungi saya menyampaikan jika PJ dan rekannya minta gratisan, saya lantas menemui mereka," ujarnya. 


Ibo sendiri secara terus terang sebenarnya enggan menemui PJ dan rekannya, MK saat itu. Namun, karena kasihan Manager dan karyawan lainnya mendapatkan tekanan Ibo selaku pemilik akhirnya turun tangan sendiri. 

Saat bertemu, Ibo mengajak kedua orang mengaku wartawan itu ke sebuah resto untuk berbincang ringan. 


Ditengah obrolan ringan, Ibo digiring pertanyaan terkait Hari Santri, bagaimana tanggapannya tenganhy IsIam. 


Merasa tidak paham dengan topik pertanyaan Ibo pun menjawab tidak tahu, karena memang dirinya sebagai pengusaha Karaoke bukan dengan latar belakang Santri. 


Dalam obrolan yang seharusnya bersifat pribadi dibalut bercanda, tanpa sepengetahuan Ibo justru dijadikan PJ dan MK bahan menjatuhkan nama dirinya sebagai pengusaha Karaoke. 


"Saya jawab saya tidak paham santri, saya ini bukan santri, saya pengusaha Karaoke. Karena kadang saya banyak bercanda, banyak membual, ternyata tanpa sepengetahuan saya justru dijadikan konsumsi publik untuk diberitakan disebar-luaskan," terang Ibo. 


Ibo merasa, cara-cara PJ dan MK tergolong doxing. Tindakan keduanya seakan menjebak dengan mencari-cari kesalahannya. 


Dugaan doxing dilatarbelakangi dugaan pemerasan dialami Ibo, setelah ke-dua pria itu mengaku wartawan itu membuat video menarasikan dirinya merusak Masjid, menghina agama Islam dan Santri. 


Karena vidoe dengan narasi diplintir, Ibo merasa malu dan dirugikan oleh ke-dua pria mengaku wartawan tersebut. 


"Kami sudah sempat didamaikan di Polsek Bandungan. Saya minta videonya di takedown dan dihapus, tapi tuntutan PJ dan rekannya tidak masuk akal, nilainya sangat tinggi. Saya tidak mampu. Sudah saya tawarkan kasi Rp 10 juta tapi ditolak," ungkapnya.


Karena tak sanggup memenuhi permintaan dua pria mengaku wartawan itu, akhirnya beredarlah video dengan narasikan Ibo merusak Masjid, menjelek-jelekan umat islam dan Santri. 


Sebelumnya, sebuah beredar video viral dengan narasi perusakan sebuah Masjid di Dusun Jetak, Desa Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang disertai penghinaan kepada agama IsIam dan Hari Santri dengan menyebutkan pelaku adalah pemilik karaoke Paradise


Adanya video viral dilengkapi narasi kekacauan disertai pengrusakan di sebuah Masjid di kawasan Wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, kini tengah ditangani Polres Semarang. 


Kapolres Semarang kepada wartawan di Ungaran Selasa 28 Oktober 2025, menyampaikan bahwa perkata ini dalam penyelidikan Satreskrim Polres Semarang. 


Bahkan, telah ada laporan resmi dari Organisasi keagamaan di Kabupaten Semarang. 


Penyidik pun, tengah berancang-ancang memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Termasuk sejumlah orang yang ada di dalam video, di antaranya adalah seorang pria yang mengaku wartawan. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube