SEMARANG — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pemerintah Kota Semarang. Suami Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yakni V. Djoko Riyanto, wafat pada Minggu 9 November 2025 pagi di Rumah Sakit Telogorejo, Kota Semarang, sekitar pukul 05.30 WIB.
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, yang dikenal dekat dengan Wali Kota Agustina dan kerap terlibat dalam kegiatan seni di Kota Semarang, mengaku terkejut atas kepergian Djoko Riyanto.
“Saya mendapat kabar pagi tadi. Padahal tadi malam saya baru bertemu dengan Bu Agustin. Jadi kabar ini cukup mengejutkan, tapi saya percaya Tuhan punya rencana yang terbaik,” ujar Samuel saat ditemui diswayjateng.com di rumah duka, Minggu 9 November 2025.
Samuel mengatakan, almarhum Djoko Riyanto sudah lama mengidap penyakit stroke. Meski begitu, menurutnya, semangat dan energi positif tetap terpancar dari sosok almarhum.
“Saya mengenal beliau memang saat sudah sakit. Tapi setiap kali bertemu, saya masih melihat semangat dan energi positif dari sorot matanya,” kenang Samuel.
Ia menambahkan, semasa hidup, Djoko dikenal sebagai sosok yang hangat, rendah hati, dan selalu mendukung perjuangan istrinya di dunia politik.
“Bu Agustin itu orang yang imannya teguh dan selalu optimis. Setiap bercerita tentang suaminya, bukan keluhan yang keluar, tapi rasa syukur dan sukacita. Bu Agustin selalu merasa beruntung masih bisa bersama Pak Djoko dan mendapat dukungan darinya,” kata Samuel.
Dari pantauan diswayjateng.com rumah duka dipenuhi berbagai warga yang hendak memberikan ucapan bela sungkawa, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Semarang, beberapa kader dari PDI Perjuangan bahkan Joko Santoso, kandidat wakil walikota Semarang yang ikut dalam kompetisi Pilwakot Semarang hadir ke rumah duka.
Djoko Riyanto lahir di Klaten, 5 April 1969. Ia merupakan kader PDI Perjuangan yang pernah menjabat sebagai Ketua PAC Banyumanik sejak 2019. Karier politiknya terbilang panjang dan konsisten — Djoko telah empat kali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Semarang, sejak 2009 hingga periode 2024–2029.
Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Watu Kaji Raya No.100, Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang (Cafe Warga Lokal).
Misa penghormatan dijadwalkan pukul 15.00 WIB, dan pemakaman akan dilaksanakan pukul 16.30 WIB di TPU Demangan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.