Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

AMPB Geruduk Polda Jateng, Desak Pembebasan Dua Aktivis Asal Pati

Massa yang tergabung dalam AMPB melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Polda Jateng di jalan pahlawan Semarang Selasa 4 November 2025. Foto : Umda

SEMARANG — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Massa Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (4/11/2025).


Massa yang datang menggunakan satu bus dan beberapa kendaraan pribadi itu terdiri dari aktivis serta warga sipil asal Kabupaten Pati.


Mereka menuntut kepolisian segera membebaskan dua aktivis AMPB, Teguh dan Botok, yang saat ini masih ditahan di Polda Jateng.


Koordinator aksi, Suharno, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan masyarakat Pati atas penahanan dua rekan mereka.


“Kami bukan kriminal. Kami hanya menyuarakan aspirasi rakyat Pati yang kecewa terhadap kebijakan bupati. Penangkapan Mas Teguh dan Mas Botok adalah bentuk ketidakadilan,” ujar Suharno pada wartawan di lokasi.


Dalam aksinya, massa membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan tuntutan, di antaranya “Bebaskan Tahanan Aksi Pati” dan “Bupati Pati Harus Tanggung Jawab.”


Mereka menilai tindakan kepolisian sebagai preseden buruk bagi kebebasan berpendapat dan demokrasi di daerah.


“Penangkapan dua pejuang dari Pati adalah ancaman bagi siapa pun yang berani bersuara kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.


Aksi berlangsung tertib meski diwarnai orasi keras dan yel-yel. Pihak kepolisian sempat mengizinkan keluarga Teguh dan Supriyono alias Botok untuk menjenguk keduanya di ruang tahanan, sementara massa lain menunggu di luar gerbang Mapolda sebagai bentuk solidaritas.

Suharno menegaskan, massa akan terus mengawal proses hukum hingga kedua aktivis dibebaskan.


“Kami tidak akan berhenti. Kalau perlu kami lanjutkan perjuangan ini sampai ke Jakarta,” katanya menegaskan.


Ia menambahkan, penahanan terhadap Teguh dan Botok dinilai tidak adil dan melukai semangat perjuangan warga Pati.


“Kami merasa tidak adil, karena kami bukan kriminal. Kami hanya menyampaikan pendapat rakyat Pati yang kecewa dengan kebijakan Bupati.


Dari situlah muncul berbagai aksi spontan, termasuk pemblokiran Pantura kemarin sebagai bentuk kekecewaan terhadap hasil hak angket,” jelasnya.


Meski demikian, Suharno menegaskan aksi-aksi yang terjadi selama ini murni dorongan hati nurani masyarakat, bukan hasil pengerahan massa terorganisir.


“Tidak ada koordinasi khusus. Semua murni gerakan spontan rakyat. Kami juga tidak takut, selama yang kami perjuangkan adalah kebenaran. Gerakan ini tidak akan mati, karena kami bergerak dengan hati — dan hati itu perintah Tuhan,” tandasnya.


Hal senada di sampaikan Mulyati, Kakak Bothok yang meminta kepolisian untuk membebaskan adiknya yang kini mendekam di penjara.


Sebagaimana diberitakan, dua aktifis Pati Teguh dan Bothok di tahan kepolisian karena dinilai telah melakukan blokir jalan Pantura karena kecewa dengan kebijakan DPRD Pati yang batal memakzulkan Bupati Pati Sudewo.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube