Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ambar Pemilik Kantin Sembunyi di Mobil Saat Aksi Anarkis Bakar Warungnya di Komplek Gubernur Jateng

Ambar menceritakan suasa mencekam saat aksi merangsak masuk komplek gubernuran pasa Jumat 29 Agustus 2025 malam. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Sri Ambarwati, pemilik kantin di lingkungan Pemprov Jateng, menceritakan suasana mencekam saat aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Komplek Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat 29 Agustus 2025 malam yang berujung dengan pembakaran 3 mobil dan warung miliknya.


Ia terpaksa bersembunyi di dalam mobilnya saat massa mulai merangsek masuk hingga akhirnya warung miliknya dibakar.


Menurut Ambar, detik-detik menegangkan itu bermula ketika gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa. Suasana semakin kacau saat lemparan batu bertubi-tubi menghantam area parkir belakang kantor Pemprov Jateng.


“Saya di dalam mobil itu karena pedas ada gas air mata, untuk meredakan jadi masuk ke mobil. Tapi tidak lama, batu-batu mulai menghantam, kaca pecah, meja-meja di kantin saya hancur,” ujar Ambar saat ditemui di kantinnya, Sabtu, 30 Agustus 2025.


Ambar menceritakan bagaimana serangan batu datang dari segala arah. Atap galvalum, plafon, dan meja-meja jati di kantinnya hancur berantakan. Bahkan kaca mobil pribadinya juga pecah akibat lemparan massa.


“Semua plafon, atap galvalum, meja-meja jati di kantin saya hancur. Mobil saya juga kena, kacanya pecah. Itu benar-benar seperti hujan batu,” ungkapnya.


Ketakutan semakin menjadi saat terdengar teriakan massa yang mendorong pembakaran.


“Ini gimana bang, bakar saja, bakar saja!” Ambar menirukan suara dari kerumunan yang membuatnya semakin panik.


Ia sempat meringkuk di kursi mobil, berusaha tidak terlihat. Namun ketika seorang warga berteriak menyuruhnya lari, Ambar akhirnya keluar menyelamatkan diri di tengah hujan batu. Tak lama berselang, api berkobar dan melahap kantin miliknya.


Tiga mobil di sekitar lokasi ikut terbakar habis, sementara puluhan kendaraan lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan bodi penyok.

Meski selamat, Ambar tak kuasa menahan kesedihan melihat usahanya habis dilalap api. Ia mengaku belum mampu menghitung kerugian karena kondisi masih kacau.


“Banyak sekali kerugian. Belum bisa saya hitung. Pikiran saya masih campur aduk,” katanya.


“Kalau demo ya demo saja. Jangan anarkis. Kasihan seperti saya ini UMKM, jualan kecil-kecilan. Kalau dirusak, ya rugi sekali,” tambahnya.


Pantauan di lapangan pada Sabtu siang memperlihatkan sisa-sisa kerusuhan masih jelas terlihat. Kantin Ambar sudah mulai diperbaiki, namun aroma arang masih menyengat.


Di samping kantinnya, tampak bangkai sepeda motor Vega ZR berwarna biru dan helm hitam yang hangus terbakar. Sementara bangkai mobil yang terbakar telah dievakuasi.


Kerusakan juga terlihat di berbagai sudut Kota Semarang. Coretan vandalisme menghiasi dinding di sekitar Simpang Lima. Beberapa pot tanaman hias kota pecah berserakan.


Di pos polisi Simpang Lima dekat SMK 7 Semarang, kondisi parah terlihat dengan kaca pecah, bekas kebakaran, dan batu menancap pada papan pamflet.


Pos tersebut biasa digunakan untuk pelayanan perpanjangan SIM, namun kini belum diketahui apakah layanan bisa segera beroperasi kembali.


Kerusakan serupa juga ditemukan di pos polisi Tugu Muda, pos polisi depan PLN Piere Tendean, dan pos polisi di Kariadi. Mayoritas mengalami kerusakan kaca pecah akibat lemparan batu.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube