UNGARAN — Kapolres Salatiga AKBP Ratna Quratul Ainy mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selain menjadi tugas tanggung jawab Polri, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen warga.
Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap berita palsu atau hoaks yang dapat memecah belah masyarakat. Termasuk, bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama berita yang beredar di media sosial.
Menilik atas kejadian kerusuhan akhir Agustus lalu menjadi pelajaran berharga, di mana lebih dari 50 persen pelakunya adalah anak-anak.
"Ini menjadi indikator pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak, terutama pada malam hari," jelasnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam kegiatan positif seperti kesenian, kebersamaan lingkungan, hingga ronda malam di poskamling. Menurutnya, keterlibatan anak muda dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan memperkuat hubungan antarwarga.
AKBP Ratna berharap, Dusun Jambon ini menjadi salah satu dusun yang solid. Pasalnua, dari Dusun Jambon lahir rasa aman yang berdampak juga bagi wilayah Kabupaten Semarang secara keseluruhan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kelengkapan Pos Satkamling serta simulasi pengamanan pelaku pencurian oleh warga yang sedang bertugas jaga malam.
Melalui kegiatan ini AKBP Ratna menaruh harapan, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat diharapkan semakin kuat. Sehingga terwujud situasi yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan di wilayah Kabupaten Semarang.