Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ada 240 Unit Biopori di 23 Kelurahan se Salatiga, RW X Perum Taman Mutiara Kampung Percontohan

PEMBUATAN : Pembuatan biopori di fasum kawasan Perumahan Taman Mutiara samping Exit Tol Tingkir diikuti 240 unit biopori secara swadaya oleh warga di 23 Kelurahan di Salatiga Sabtu 11 Oktober 2025. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri

SALATIGA — RW 10 Perumahan Taman Mutiara, Tingkir Tengah resmi dinobatkan sebagai Kampung Percontohan Biopori di Salatiga. Peluncuran ditandai dengan pembuatan biopori di beberapa titik di perumahan samping Exit Tol Tingkir, yang diikuti 240 unit biopori secara swadaya oleh warga di 23 Kelurahan di Salatiga, Sabtu 11 Oktober 2025. 


"Pembuatan 240 unit biopori secara swadaya oleh warga, sebuah kontribusi nyata menuju target 20.000 lubang biopori di Kota Salatiga," kata Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, saat meluncurkan Kampung Percontohan Biopori di RW 10 Perumahan Taman Mutiara, Tingkir Tengah. 


Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yunus Juniadi serta Plt. Camat Tingkir dan Lurah se-Kecamatan Tingkir.


Disampaikan Nina, langkah pembuatan biopori secara masif sebagai upaya mewujudkan ‘Salatiga Kota Biopori’.  Tak segan, Nina memuji inisiatif warga Perumahan Taman Mutiara dalam pembuatan biopori sekaligus bukti otentik dari komitmen lingkungan masyarakat.


Adanya biopori di tiap-tiap rumah dan biopori komunal, Nina beranggapan warga Taman Mutiara telah menjadi pionir dalam hal mengurangi volume sampah organik yang berakhir di TPA Ngronggo.


"Saya melihat bahwa launching Kampung Percontohan Biopori ini bukan hanya sekadar seremonial, tapi menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap program ‘Salatiga Kota Biopori’," tegas Nina.


Ia juga menyoroti peran ganda biopori, tidak hanya sebagai resapan air, tetapi juga solusi pengelolaan sampah. 


Warga Perum Taman Mutiara, lanjut Nina, telah berperan besar membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA Ngronggo. 


Sekaligus, membantu Pemerintah Kota mengelola sampah secara lebih bijak dan berkelanjutan. 

"Ini adalah langkah kecil dengan dampak yang luar biasa," tandasnya.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kelurahan Tingkir Tengah akan terus mengawal Perumahan Taman Mutiara dan mendampingi wilayah lain. 


"Biarlah semangat biopori, semangat peduli lingkungan, dan semangat swadaya ini tumbuh di seluruh penjuru kota," pungkasnya.


Sementara, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si, menyoroti biopori sebagai solusi strategis jangka panjang untuk mengatasi dua masalah klasik Salatiga: banjir dan sampah.


"Alhamdulillah, tadi malam saat hujan deras, banjir sudah berkurang berkat program Jaga Tirta, tetapi itu jangka pendek. Jangka panjangnya adalah biopori. Biopori berfungsi sebagai resapan air, dan yang kedua, ia memungkinkan penanganan sampah organik untuk pembuatan pupuk. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi program masyarakat untuk masyarakat," jelas Dance.


Dalam kesenangan yang sama, Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, mengatakan menjaga lingkungan adalah investasi untuk anak dan cucu bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan. 


Yang terpenting adalah partisipasi warga, karena semuanya peran serta warga di sini.


"Masyarakat cerdas adalah mereka yang berorientasi pada lingkungan, yang ia sebut sebagai investasi masa depan. Kami (pemerintah dan Kodim) hanya sebagai jembatan, hanya sebagai motor," ujar Guvta.




Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube