Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

8.523 Koperasi Merah Putih di Jateng Resmi Berbadan Hukum

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jateng
Sujarwanto Dwiatmoko saat meninjau stand di pameran hari koperasi di halaman kantor Gubernur Jateng Sabtu 12 Juli 2025

SEMARANG — Sebanyak 8.523 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah telah resmi berbadan hukum. Jumlah tersebut terdiri dari 7.810 Koperasi Desa Merah Putih dan 513 Koperasi Kelurahan Merah Putih.


Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa para anggota koperasi secara bertahap telah mendapatkan pelatihan manajemen serta pemahaman mengenai koperasi sebagai lembaga bisnis modern.


“Pelatihan manajemen dan pemahaman tentang koperasi sebagai lembaga bisnis terus diberikan secara bertahap,” ujar Sujarwanto usai Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-78 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu 12 Juli 2025.


Sujarwanto menambahkan, koperasi juga mulai diarahkan untuk bermitra dengan pelaku usaha nasional sebagai distributor resmi bahan bersubsidi milik negara.


“Mereka kita dorong untuk menjadi mitra distribusi LPG 3 kilogram dengan PT Pertamina, menyalurkan pupuk bersubsidi dari PT Pupuk Indonesia, membeli dan menyuplai beras ke Perum Bulog, serta terlibat dalam berbagai sektor bisnis lainnya,” jelasnya.


Menurutnya, perkembangan koperasi tersebut masih dilakukan secara bertahap, dan saat ini sudah mencakup 17 dari 35 kabupaten/kota di Jateng.


Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga bisnis yang profesional, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


“Kita ingin koperasi ini tumbuh sebagai entitas bisnis yang terencana dan terkelola dengan baik, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh warga,” katanya.

Potensi Usaha dalam Program Pemerintah


Sujarwanto juga menyoroti peluang besar bagi koperasi untuk terlibat dalam program pemerintah, termasuk dalam penyediaan bahan kebutuhan untuk dapur makan bergizi gratis (MBG).


Dari lebih dari 2.700 dapur MBG yang direncanakan, saat ini baru sekitar 230 yang aktif. Sementara 900 lainnya sedang dalam proses verifikasi, artinya masih dibutuhkan lebih dari 1.800 dapur MBG baru.


“Ini peluang besar bagi koperasi, bukan hanya sebagai pengelola dapur, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pasok. Mereka bisa menyuplai beras, sayur, lauk pauk, telur, daging, dan lainnya. Program MBG membuka ruang usaha yang luas bagi koperasi,” ungkapnya.


Koperasi Desa Gandeng UMKM


Dalam pameran koperasi yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jateng, sejumlah koperasi dari berbagai kabupaten/kota turut berpartisipasi. Salah satunya adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Boja dari Kabupaten Kendal.


Seksi Anggota KDMP Boja, M Nur Yasin, mengatakan koperasinya telah menggandeng sekitar 20 pelaku UMKM dari wilayah Boja dan sekitarnya.


“Kami merangkul UMKM seperti pengrajin kolang-kaling dari Desa Limbangan, produsen keripik, kopi, dan produk khas daerah lainnya. Jika ada pesanan, semuanya bisa difasilitasi melalui koperasi,” ujarnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube