SALATIGA — Puluhan orang yang diamankan polisi sehari usai demo ricuh di depan Mapolres Salatiga Jumat 29 Agustus 2025 lalu, ternyata masih berstatus pelajar.
Total pelajar yang diamankan sebanyak 42 orang. Mereka merupakan pelajar SMP dan SMA dari Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, serta Kabupaten Boyolali.
Minggu petang 31 Agustus 2025, puluhan pelajar ini diserahkan kepada keluarga di Pendapa Mapolres Salatiga.
Disaksikan langsung Forkopimda, Kapolres Salatiga AKBP Veronica memimpin langsung penyerahan puluhan pelajar ini kepada orang tua, wali, serta gurunya.
Pemulangan puluhan pelajar yang berlangsung hingga malam itu, terlihat mengharukan. Pasalnya, mereka wajib memohon maaf, bersimpuh kepada orang tua, wali, hingga gurunya yang hadir.
Isak tangis tertahan terlihat dari para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka tertunduk malu dan takut. Dan saat diminta memohon maaf kepada orang tua/ wali, sikap sok jagoan para pelajar ini pun luntur.
Suasana pun terlihat haru, hingga sejumlah Polwan pun turut menetaskan air mata.
Saat dikonfirmasi, AKBP Veronica menyikapi aksi ikut-ikutan puluhan pelajar dalam unjuk rasa menjadi korban dari pemahaman yang keliru.
"Mereka keliru memahami demontrasi. Para pelajar tersebut merupakan korban salah pemahaman dalam menyikapi aksi unjuk rasa. Oleh karena itu," paparnya.
Sehingga, lanjut dia, Polres Salatiga turut memanggil para orangtua pelajar untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka.
Kapolres Salatiga AKBP Veronica menegaskan, langkah tegas diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Bapak-ibu sekalian tentunya sudah memahami mengapa dimohon hadir di Polres Salatiga. Hal ini berkaitan dengan anak-anak kita yang ikut berunjuk rasa dan melakukan tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum," pungkas Veronica.
Pada akhirnya, Kapolres mengajak para orang tua dan wali/ kerabat bersama-sama membenahi agar menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan masyarakat serta menjadikan momentum ini menanamkan tentang pentingnya kesadaran hukum dan wawasan kebangsaan.
Sebelumnya, puluhan pelajar ditangkap polisi setelah unjuk rasa di Mapolres Salatiga yang berakhir ricuh, Jumat 29 Agustus 2025.
Pelajar itu kedapatan membawa batu dan senjata tajam, serta melakukan perusakan hingga menyerang petugas berbaur bersama pengunjung rasa.