Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

38 Ribu Warga Semarang Terdampak Banjir, Genuk dan Pedurungan Paling Mendesak

TERENDAM - Warga Genuk
Semarang melintasi genangan banjir setinggi 60 sentimeter yang masih merendam wilayahnya. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Banjir yang melanda wilayah timur Kota Semarang sejak beberapa hari terakhir masih menimbulkan dampak luas. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, tercatat sebanyak 38.000 jiwa terdampak genangan air di sejumlah kecamatan.


Tiga wilayah menjadi fokus utama penanganan, yakni Kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Gayamsari, dengan dua wilayah pertama tercatat mengalami dampak paling parah.


Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menyampaikan bahwa hingga Minggu 26 Oktober 2025 sebagian besar titik banjir masih belum benar-benar surut.


“Di Genuk hampir seluruh kawasan masih tergenang, termasuk wilayah Muktiharjo Kidul di Pedurungan. Sampai sekarang airnya belum sepenuhnya surut,” ujarnya kepada diswayjateng.com.


Menurut Endro, upaya penanganan terus dilakukan, termasuk melalui pendirian dapur umum di lokasi terdampak.


Setidaknya terdapat 23 dapur umum yang dibuka BPBD bersama Pemerintah Kota Semarang. Selain itu, masyarakat di tingkat kelurahan hingga RW juga turut membuka dapur umum secara mandiri.


“Dapur umum hampir merata di wilayah terdampak. Pemerintah kota membantu suplai logistik seperti telur, sarden, mi instan, dan tabung gas,” jelasnya.


Endro menegaskan, stok logistik hingga satu minggu ke depan masih aman. Selain dari pemerintah daerah, berbagai bantuan juga datang dari program CSR perusahaan dan organisasi masyarakat.


“Untuk kebutuhan warga dalam seminggu ke depan, logistik mencukupi. Kami juga terus memantau penyaluran agar merata,” katanya.


Meski begitu, sejumlah titik mulai menunjukkan penurunan ketinggian air. Di kawasan Jalan Kaligawe Raya, terutama di depan RSI Sultan Agung hingga ke arah timur, ketinggian air yang semula mencapai 80 sentimeter kini turun menjadi 50–60 sentimeter.


“Sementara di area perumahan, genangan tinggal sekitar 20–30 sentimeter. Penurunan ini juga didukung oleh operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan oleh BNPB, dan akan berlangsung beberapa hari ke depan,” ujar Endro.


Ia menjelaskan, operasi tersebut bertujuan menggeser potensi hujan dari wilayah terdampak banjir ke kawasan lain. “Hari ini hujan sudah bergeser ke arah Sampangan, tidak lagi di Genuk atau Pedurungan,” tambahnya.

Selain modifikasi cuaca, seluruh pompa air di titik banjir kini dioperasikan secara penuh. Penanganan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta BPBD Provinsi Jawa Tengah.


“Kami fokus agar air bisa segera surut. Semua pompa baik milik kota maupun bantuan provinsi difungsikan maksimal,” kata Endro menegaskan.


BPBD Kota Semarang merinci sejumlah wilayah dengan genangan yang masih cukup tinggi. Di antaranya:


Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, menjadi salah satu titik terdampak terbesar dengan genangan antara 20 hingga 120 sentimeter yang memengaruhi lebih dari 8.000 kepala keluarga (KK).


Kawasan Kaligawe Raya, Depan RSI Sultan Agung, serta Klinik Pratama Sultan Agung, masih tergenang antara 30–70 sentimeter.


Kelurahan Bangetayu Kulon dan Banjardowo mencatat genangan hingga 50 sentimeter, dengan ratusan KK terdampak.


Kelurahan Gebangsari mengalami genangan rata-rata 15–60 sentimeter dengan lebih dari 1.000 jiwa terdampak.


Di Kelurahan Genuksari, Karangroto, dan Kudu, air masih menggenangi rumah warga hingga 30–50 sentimeter.


Beberapa titik lain seperti Muktiharjo Lor, Terboyo Wetan, Trimulyo, Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar, dan Siwalan, juga masih melaporkan adanya genangan dengan ketinggian bervariasi antara 10–50 sentimeter.


Saat ini BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang layak.


“Selain fokus pada penurunan genangan, kami juga memastikan tidak ada kekurangan makanan, air bersih, serta layanan kesehatan bagi warga,” ujar Endro.


Pemerintah Kota Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat terjadi beberapa hari ke depan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube