Kebumen — UMKM serat alam Kebumen mencetak tonggak sejarah baru. Agrominafiber Java Indonesia resmi melepas ekspor perdana ke Amerika Serikat secara mandiri dengan skema full container load (FCL).
Sebanyak 9.455 unit keranjang kerajinan dengan enam tipe berbeda, termasuk berbahan pelepah pisang dan eceng gondok, dikirim dalam enam kontainer ke Negeri Paman Sam. Seluruh produk UMKM serat alam Kebumen merupakan hasil tangan pengrajin lokal di Kebumen dan sekitarnya.
Ekspor ini menjadi capaian penting bagi UMKM serat alam Kebumen, yang awalnya hanya bermodal Rp600 ribu pada masa pandemi COVID-19.
UMKM serat alam Kebumen ini lahir dari keterbatasan saat pandemi. Novita Hermawan, pendiri Agrominafiber, mengungkapkan bahwa usaha dimulai pada 2020 dengan modal seadanya.
"Kami cuma punya modal Rp600 ribu saat itu. Benar-benar organik, dari tidak punya apa-apa," kata Novita.
Produksi awal UMKM serat alam Kebumen berfokus pada kerajinan dari pelepah pisang. Bahan baku sebagian besar diperoleh dari Kebumen dan sebagian dari Bojonegoro. Selain itu, eceng gondok dan pandan juga dimanfaatkan sebagai bahan utama.
UMKM serat alam Kebumen dalam pengolahan bahan membutuhkan waktu cukup panjang. Untuk satu set keranjang, proses pengeringan saja memakan waktu hingga 10 hari. Setiap produk memerlukan sekitar 10 kg bahan baku, dan untuk produk custom bisa memakan waktu tiga hari pengerjaan.
UMKM serat alam Kebumen ini sebelumnya telah menjangkau pasar ekspor ke Chili dan Argentina. Namun, ekspor ke Amerika kali ini berbeda karena dilakukan secara mandiri.
"Alhamdulillah, di pertengahan 2025 ini kami mendapat kesempatan untuk kirim secara FCL. Ini ekspor mandiri pertama kami," ujar Novita.
Skema full container load menandai peningkatan kapasitas dan kepercayaan pasar internasional terhadap produk kerajinan UMKM serat alam Kebumen.
UMKM serat alam Kebumen tidak hanya fokus pada ekspor, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan komunitas. Rudi Hermawan, pendiri lainnya, adalah pengrajin otodidak sejak 2020. Kini ia mengoordinasi pelatihan dan perekrutan pengrajin lokal.
Agrominafiber memberdayakan 80–90 pengrajin bahan baku, sebagian besar perempuan. Sekitar 20 pengrajin lainnya terlibat langsung dalam proses produksi UMKM serat alam Kebumen.
"Kami ingin melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan pemuda agar UMKM dari desa kecil bisa mendunia," ujar Rudi.
Dengan melibatkan komunitas, UMKM serat alam Kebumen memperkuat ekosistem ekonomi lokal dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Keberhasilan UMKM serat alam Kebumen ini mendapat apresiasi dari Bupati Kebumen, Lilis, yang turut hadir dalam acara pelepasan ekspor.
"Saya mengapresiasi Agrominafiber Java Indonesia. Perusahaan ini lahir di Kebumen dan tumbuh bersama masyarakat," ujarnya.
Bupati Lilis menilai bahwa pendekatan bisnis berkelanjutan yang dijalankan Agrominafiber patut dicontoh. Selain ramah lingkungan, perusahaan ini juga membuka lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat desa.
"Ini membuka peluang ekonomi dan membawa nama Kebumen ke tingkat internasional," tambahnya.