Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Mendikdasmen Tinjau SLBN Cilacap: Pastikan Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Pendidikan Bermutu

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendorong kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus saat berkunjung ke SLBN Cilacap.

Cilacap — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau secara langsung kegiatan belajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cilacap, sebagai bagian dari kunjungan kerja ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Cilacap.


Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pendidikan anak berkebutuhan khusus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Sebelumnya, Abdul Mu’ti juga mengunjungi SMAN 2 Cilacap dan SMPN 5 Cilacap dalam rangka peninjauan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis.


Dalam kunjungannya ke SLBN Cilacap, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendidikan anak berkebutuhan khusus merupakan bagian dari agenda prioritas nasional di bidang pendidikan.


"Kami di Kementerian memberikan perhatian serius agar anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan bermutu. Mereka bisa belajar di sekolah luar biasa maupun sekolah inklusi melalui jalur afirmasi, yang tahun ini porsinya kami perbanyak," ujar Mu’ti.


Mendikdasmen juga menekankan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis, termasuk pembangunan unit sekolah luar biasa (SLB) baru sebagai bagian dari program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2025.


"Mudah-mudahan dengan layanan pendidikan ini, semua anak Indonesia, khususnya yang berkebutuhan khusus, memperoleh kesempatan belajar sesuai bakat dan kemampuan masing-masing," tambahnya.


Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa untuk menunjang pendidikan anak berkebutuhan khusus, pemerintah juga tengah menyiapkan pelatihan tambahan bagi guru pendamping khusus. Langkah ini akan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian guna memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan inklusif.

Fasilitasi guru pendamping diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di sekolah luar biasa, tetapi juga memperkuat pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah umum yang menerima siswa berkebutuhan khusus.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Satrio, mengatakan bahwa Dinas secara rutin mendata dan menyosialisasikan kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus kepada sekolah dan masyarakat.


"Di awal tahun pelajaran, kami mendata sekolah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus dan memastikan penyediaan fasilitas yang sesuai. Tujuannya agar semua anak bisa belajar dengan nyaman tanpa diskriminasi," ujar Satrio.


Ia mengakui bahwa kebutuhan SLB di Cilacap masih tinggi, terutama di wilayah barat, seperti eks Distrik Majenang, yang hingga kini belum terjangkau layanan SLB secara optimal.


"Kami masih membutuhkan tambahan SLB di daerah barat. Selain itu, kami juga mendata guru yang memiliki kemampuan pendidikan khusus dan memberikan pelatihan secara berkala," tambahnya.


Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Satrio menyebutkan bahwa Dinas akan membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) guna memperkuat tata kelola pendidikan bagi siswa dengan kebutuhan khusus.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube