Banjarnegara — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Masjid Al-Makmur, kompleks Polres Banjarnegara berjalan khidmat. Acara yang bertajuk doa bersama Maulid Nabi Polres Banjarnegara ini menjadi momentum sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Banjarnegara.
Kegiatan Maulid Nabi Polres Banjarnegara tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi masyarakat, mahasiswa, dan komunitas ojek online. Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, Lc., turut hadir bersama para tokoh masyarakat dan pemuda.
Acara Maulid Nabi Polres Banjarnegara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aipda Amin Yulianto, dilanjutkan sambutan dari perwakilan Polres Banjarnegara, tausiyah, dan doa penutup oleh KH Lukman Fatulloh dari Cendana.
Kapolres Banjarnegara melalui Wakapolres Kompol Priyo Jatmiko menyampaikan terima kasih atas peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban wilayah. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, situasi keamanan Banjarnegara masih dalam kondisi aman dan terkendali.
"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat. Di antara 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Banjarnegara tetap aman dan tidak ada ontran-ontran. Ini berkat kerja sama kita semua," ujar Kompol Priyo.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan komunikasi sosial yang harmonis. Ia menyebutkan bahwa selain aparat, kontrol sosial dari warga dan mahasiswa sangat penting untuk menjaga situasi yang kondusif.
"Maka hendaknya kita takut kepada Allah. Jadilah warga negara yang beriman dua puluh empat karat. Kontrol sosial dari masyarakat dan mahasiswa juga sangat diperlukan untuk menciptakan komunikasi yang harmonis," kata Wakhid.
Penceramah KH Lukman Fatulloh dalam ceramahnya mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan pentingnya peran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
"Kita semua, termasuk aparat, perlu meneladani Rasulullah dalam sikap dan perbuatan. Polri harus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar penegak hukum," ungkap KH Lukman.