Cilacap — Kawasan Kota Lama di Cilacap akan ditata menjadi destinasi wisata heritage oleh Pemkab Cilacap. Program Cilacap Heritage akan dimulai awal tahun 2025.
Nantinya, kawasan Jalan Ahmad Yani akan dijadikan sebagai pusat wisata budaya dan sejarah. Apalagi banyak bangunan-bangunan bersejarah di sepanjang jalan protokol tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap, Paiman membenarkan kawasan Jalan Ahmad Yani menyimpan banyak jejak masa kolonial Belanda. Saat ini bangunan-bangunan lama itu yang masih berdiri kokoh.
Paiman merinci di antaranya adalah bangunan gereja tua, Gedung Disparpora, Kantor DAMRI, SMP 1 Cilacap, hingga Stasiun Kereta Api. Bangunan-bangunan itu akan menjadi elemen utama dalam konsep wisata heritage di Cilacap.
"Kita akan menghidupkan kembali jejak sejarah kolonial Belanda, menjadi kekayaan budaya yang tak ternilai. Nilai sejarahnya akan kita kembangkan menjadi daya tarik wisata," kata Paiman.
Paiman mengatakan, penataan kawasan ini akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Cilacap, dengan rancangan induk atau master plan yang saat ini tengah disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cilacap.
"Tahun ini siap dibangun InsyaAllah, sedang disiapkan pelaksananya oleh DPUPR Cilacap," kata Paiman.
Konsep kawasan heritage tak hanya akan menampilkan sisi historis kota, namun juga akan menyatu dengan geliat ekonomi kreatif masyarakat lokal. Salah satunya dengan hadirnya creative space atau ruang kreatif yang telah dirancang khusus dan akan dikoordinasikan oleh Komite Ekraf Cilacap.
"Harapan kami, para pelaku ekonomi kreatif mulai menata diri sejak sekarang. Kota Lama ini akan menjadi ruang hidup baru yang tetap menjaga bentuk aslinya. Ini bukan sekadar proyek, tapi bagian dari upaya menghidupkan kembali jati diri kota," ujar Paiman.
Dengan semangat pelestarian, kawasan ini akan tetap mempertahankan bentuk asli bangunan cagar budaya tanpa merusaknya. Pemerintah ingin agar Kota Lama tidak hanya menjadi tempat swafoto semata, tapi ruang refleksi dan edukasi sejarah bagi generasi muda.
Paiman berharap, masyarakat ikut terlibat dan mendukung program ini. "Sejarah tidak boleh hanya menjadi cerita. Ia harus hadir dan hidup di sekitar kita. Ini kesempatan kita bersama-sama menjadikan Cilacap sebagai kota yang tak hanya bergerak ke depan, tapi juga menoleh dan merawat masa lalunya," pungkasnya.