Banjarnegara — Menjelang masa purna tugasnya akhir Oktober 2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara Indarto melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kegiatan safari ini menjadi kesempatan terakhir bagi Indarto untuk memberi arahan dan motivasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Sejumlah OPD yang dikunjungi antara lain Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang), Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara.
Dalam setiap pertemuan, Sekda Indarto jelang purna tugas menekankan pentingnya etos kerja, efisiensi, serta inovasi bagi kemajuan daerah.
Di hadapan jajaran ASN, Indarto menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pegawai selama masa pengabdiannya sejak Februari 2018. Ia juga memohon maaf bila selama menjabat terdapat kekurangan dan meminta agar kerja sama lintas sektor terus terjaga.
"Saya berterima kasih kepada seluruh pejabat dan staf yang sudah mendukung selama saya menjabat Sekda. Mari teruskan semangat kerja yang baik, dan mohon maaf jika ada kekhilafan," ujar Indarto.
Ia menambahkan, ASN memiliki peran penting menjaga kesinambungan birokrasi dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama dalam masa transisi kepemimpinan.
"Regenerasi itu penting. ASN muda harus siap melanjutkan tongkat estafet dengan inovasi dan integritas tinggi," tegasnya.
Dalam kunjungannya ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sekda Banjarnegara Indarto menenun pesan penting mengenai inovasi daerah, khususnya sektor pariwisata yang menjadi penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Sumber daya dan sarana prasarana daerah harus dimanfaatkan secara maksimal. ASN harus adaptif terhadap perubahan dan menghadirkan inovasi baru," ucapnya.
Ia juga menyoroti potensi wisata Dieng sebagai destinasi unggulan Banjarnegara. Menurutnya, pengembangan Dieng tidak hanya berorientasi pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.
"Dieng adalah etalase Banjarnegara. Pemerintah berharap destinasi ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan nasional," tutur Indarto.
Upaya pengembangan kawasan Dieng disebut sejalan dengan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Indarto jelang purna tugas juga mendorong para pelaku usaha pariwisata dan kelompok ekonomi kreatif untuk memanfaatkan potensi lokal. Ia menilai, penguatan produk unggulan daerah dapat meningkatkan daya saing sekaligus membuka lapangan kerja baru.
"Kembangkan potensi lokal agar produk dan jasa yang dihasilkan mampu bersaing. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih berdaya secara ekonomi," katanya.
Setelah mengabdi selama 38 tahun di birokrasi pemerintahan, Sekda Banjarnegara Indarto akan resmi pensiun pada 31 Oktober 2025. Dalam kariernya, ia dikenal sebagai figur yang menekankan pentingnya kolaborasi, disiplin, dan inovasi di kalangan ASN.
"Yang paling penting, jaga integritas dan semangat pelayanan publik. Jabatan boleh berganti, tapi pengabdian harus tetap hidup," pungkasnya.