Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

'Jawara Line' RSUD Banjarnegara Raih Inovasi Terbaik GKM 2025

TERBAIK - Proses penilaian dalam ajang Konvensi Gugus Kendali Mutu (GKM) ke-VI RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. (dok. diskominfo banjarnegara)

Banjarnegara — RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara kembali mencatatkan langkah penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Melalui ajang Konvensi Gugus Kendali Mutu (GKM) ke-VI, inovasi 'Jawara Line' dari Instalasi Rawat Jalan dinobatkan sebagai inovasi terbaik tahun ini.


Inovasi bertajuk 'Janji Waktu Rawat Jalan dengan Layanan Informasi Elektronik' itu menargetkan pemangkasan waktu layanan pasien rawat jalan secara signifikan, dari rata-rata 35 menit menjadi hanya 1 menit 45 detik.


Konvensi GKM digelar di halaman depan Hall RSUD Hj. Anna Lasmanah pada, Selasa 26 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh 25 gugus inovasi, melibatkan 198 karyawan yang terdiri dari ASN dan Non-ASN.


"GKM ini menjadi ruang strategis untuk mendorong staf berkreasi, berinovasi, sekaligus menyelaraskan dengan visi dan misi rumah sakit," ujar Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah, dr. Erna Astuti.


Selain Jawara Line yang menyabet posisi pertama, dua inovasi lainnya juga mendapat sorotan, yaitu peringkat 2 diraih oleh Instalasi Radiologi yang mengembangkan sistem 'Pacs Onics', sebuah aplikasi manajemen radiologi berbasis digital untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengolahan data radiologi.


Kemudian Peringkat 3 diraih oleh Ruang Dahlia dengan membuat aplikasi 'S-Teller' (System Tuberculosis Electronic Reminder) untuk memantau kepatuhan pasien Tuberkulosis dalam minum obat, guna menurunkan angka gagal terapi.


Tahun ini, konvensi GKM mengusung tema 'Inovasi Rumah Sakit Menuju Transformasi Layanan yang Efektif dan Berkelanjutan'. Tema tersebut, menurut Erna, sangat relevan dengan kondisi sistem kesehatan saat ini. Rumah sakit dituntut tak sekadar adaptif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan solusi layanan yang cepat, responsif, dan efisien.


"Kita tidak bisa hanya bertahan. Kita harus terus menciptakan perbaikan yang berdampak langsung pada pasien dan sistem kerja rumah sakit," tambah Erna.

GKM sendiri merupakan sistem kerja kolaboratif di mana kelompok karyawan dari berbagai unit rumah sakit, mulai dari instalasi hingga ruang rawat bekerja bersama menyelesaikan masalah secara sistematis. Diskusi, risalah, dan presentasi dilakukan dalam dua tahap penilaian yang ketat.


Tahap pertama dilakukan pada 5–9 Agustus 2025, dengan penilaian dokumen dan risalah. Dari 25 tim, 10 gugus terpilih melanjutkan ke presentasi final pada 26 Agustus 2025.


Menurut Direktur Erna, GKM sudah dijalankan sejak tahun 2019 dan menjadi salah satu bentuk konkret dari komitmen RSUD Hj. Anna Lasmanah dalam menjaga mutu dan kualitas pelayanan secara konsisten.


"Mutu tidak datang sendiri. Ia harus diperjuangkan lewat ide, kerja tim, dan kesungguhan," ujarnya.


GKM juga berperan dalam mengembangkan kompetensi staf serta membangun budaya mutu di setiap lini pelayanan rumah sakit.


Sementara itu, Ketua panitia, Edy Setyanto menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menilai GKM adalah katalis penting untuk mendorong rumah sakit bersaing di era transformasi digital dan pelayanan berbasis teknologi.


"Inovasi seperti Jawara Line bukan hanya membuat layanan lebih cepat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik pada sistem layanan rumah sakit," tutupnya.