Kebumen — Ribuan petani dari berbagai daerah menghadiri Jambore Petani Muhammadiyah yang digelar di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada 19–21 September 2025.
Acara nasional bertema 'Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran' ini menyoroti persoalan krusial seperti pupuk mahal, rendahnya harga panen, dan perlunya penguatan kedaulatan pangan.
Jambore ini merupakan bagian dari program Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang digagas oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai lanjutan dari agenda pemberdayaan tani yang telah dimulai Muhammadiyah sejak Muktamar ke-44 pada tahun 2000, melalui pendirian Lembaga Buruh Tani dan Nelayan (LBTN).
"Petani harus menjadi subjek, bukan objek. Untuk itulah diperlukan jaringan dan ruang ekspresi yang mempertemukan berbagai pihak," kata Ketua MPM PP Muhammadiyah, Muhammad Nurul Yamin.
Setidaknya 1.000 petani dari 22 provinsi hadir dalam Jambore Petani Muhammadiyah 2025. Kegiatan ini juga diramaikan oleh 93 stan expo dan bazar, terdiri dari 53 stan inovasi pertanian serta 40 stan UMKM yang menghadirkan produk lokal dari perusahaan, kampus, dan kelompok tani.
Menurut Muhammad Nurul Yamin, salah satu target utama dari Jambore Petani Muhammadiyah adalah mendorong produk pertanian yang dihasilkan oleh komunitas petani Muhammadiyah agar mampu menembus pasar nasional, bahkan global.
Muhammadiyah, kata dia, mendorong terciptanya model pertanian mandiri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi dan tata niaga.
"Melalui JATAM, kami ingin petani Muhammadiyah mampu menciptakan nilai tambah dari produknya sendiri," jelasnya.
Melalui Jambore Petani Muhammadiyah, organisasi Islam ini menegaskan komitmennya terhadap penguatan peran petani dalam pembangunan pangan nasional. Di tengah tantangan sektor pertanian seperti kelangkaan pupuk, fluktuasi harga hasil panen, dan akses pasar, JATAM hadir sebagai ruang konsolidasi dan kolaborasi.
Acara pembukaan expo ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang turut didampingi pejabat daerah dan tokoh Muhammadiyah setempat.
"Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah juga aktif memperkuat sektor pertanian, bukan hanya pendidikan atau kesehatan," ujar Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Bupati Lilis menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kebumen siap mendukung penuh gerakan pertanian kolaboratif ini melalui program lokal yang pro-petani.
"Mayoritas warga kami adalah petani. Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung program-program yang mendorong pertanian berdaulat dan berkelanjutan," tegasnya.
Pemilihan Kabupaten Kebumen sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki basis pertanian yang kuat dan sejarah panjang kedekatan dengan gerakan Muhammadiyah.
Menurut Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, KH Abduh Hisyam, Kebumen juga menjadi representasi daerah pertanian yang menghadapi tantangan klasik seperti harga pupuk mahal, lahan terbatas, dan rendahnya daya saing harga produk tani di pasar.
"Setiap kali panen, harga jatuh. Pupuk langka dan mahal. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus mewujudkan kedaulatan pangan melalui gerakan bersama," kata Abduh.
Selama tiga hari pelaksanaan, Jambore Petani Muhammadiyah diisi dengan sejumlah agenda strategis, seperti peluncuran varietas padi unggul, rembug JATAM antarperwakilan petani Muhammadiyah, forum bisnis pangan antara pelaku hulu dan hilir, tabligh akbar yang membahas kedaulatan pangan dalam perspektif Islam, dialog interaktif dan penanaman simbolis dan gala dinner sebagai ajang silaturahmi nasional.
Tujuan utama rangkaian ini adalah memperkuat kolaborasi antarpetani dan membangun jejaring ekonomi pertanian berbasis komunitas keumatan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen, Joko Purnomo, menyampaikan harapannya agar forum ini mampu melahirkan gagasan konkret untuk memajukan petani secara nasional.
"Kami berharap Jambore ini tidak hanya menjadi pertemuan seremonial, tapi menjadi titik tolak kolaborasi antarpetani dan antarwilayah," ujarnya.