Banyumas — Banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa hari ini juga menerjang perumahan Griya Mandalatma Purwokerto. Akibatnya, 21 rumah terendam dan 15 KK terpaksa mengungsi, Selasa (11/11).
Banjir di perumahan Griya Mandalatma Purwokerto ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas pada Selasa (11/11) sore. Dari sejumlah titik banjir di Banyumas, genangan air di perumahan ini paling tinggi.
Perumahan di Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas ini terjadi setelah air Sungai Njlengoh dan saluran drainase meluap hingga merendam puluhan rumah warga.
Sekretaris BPBD Banyumas, Andi Risdianto, menjelaskan bahwa banjir tersebut menggenangi 21 rumah, di mana 15 di antaranya berpenghuni. Air dengan ketinggian hingga 40 sentimeter sempat masuk ke dalam rumah-rumah warga.
"Seluruh penghuni dari 15 rumah sudah mengungsi ke rumah kerabat dan hotel terdekat," ujarnya Selasa (11/11) malam, sperti dikutip dari laman Radar Banyumas.
Andi menambahkan, intensitas hujan yang masih cukup tinggi membuat potensi banjir susulan tetap perlu diwaspadai meski genangan mulai surut sekitar pukul 18.45 WIB. "Kami imbau warga untuk tetap siaga dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat," tambahnya.
Banjir juga dilaporkan melanda beberapa wilayah lain di Banyumas. Di antaranya Kelurahan Sokanegara di Kecamatan Purwokerto Timur, Jl. Raya Kembaran No. 5 di Kecamatan Kembaran, Desa Karanglewas Kidul, Beji Karangsalam di Kecamatan Kedungbanteng, Perumahan Saphire Regency Rejasari, serta Kelurahan Bantarsoka di Kecamatan Purwokerto Barat.
Dari hasil pemantauan BPBD Banyumas, sejak Minggu (9/11) hingga Selasa (11/11), cuaca ekstrem telah memicu 31 kejadian bencana, terdiri atas 7 banjir dan 24 tanah longsor yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Tim Pusdalops BPBD terus melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan darurat di lapangan.
Hingga Selasa malam, sebagian besar genangan sudah surut. Namun, BPBD mengingatkan bahwa kondisi tanah yang jenuh air dan curah hujan yang masih tinggi berpotensi menimbulkan banjir maupun longsor susulan dalam beberapa hari ke depan.