Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Baznas Jateng Bagikan Gerobak dan Bakso Gratis di Banjarnegara

Baznas Jateng memberikan gerobak kepada pedagang kecil di Banjarnegara. (Dok. Diskominfo Banjarnegara)

Banjarnegara — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Baznas Kabupaten Banjarnegara untuk menyalurkan bantuan gerobak usaha sekaligus menyelenggarakan kegiatan makan gratis bagi masyarakat, Jumat (22/08/2025)


Acara yang digelar di halaman kantor Baznas Banjarnegara ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk konkret dukungan terhadap pelaku UMKM lokal, khususnya di sektor makanan.


Baznas menyalurkan total 200 unit gerobak usaha ke berbagai daerah di Jawa Tengah, dan lima di antaranya diserahkan secara simbolis di Banjarnegara. Penerima manfaat adalah pedagang makanan seperti bakso, mie ayam, dan soto yang telah melalui proses seleksi ketat.


Penyerahan dilakukan oleh Ketua Baznas Banjarnegara, H. Sutedjo Slamet Utomo. Dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menyasar bantuan fisik, tapi juga mendukung pendampingan usaha.


"Kami tidak hanya memberikan gerobak, tapi juga mendampingi agar para pelaku UMKM bisa berkembang dan hidup lebih sejahtera," kata Sutedjo.

Selain penyerahan bantuan, Baznas juga menggelar kegiatan makan bakso dan mie ayam gratis. Di Banjarnegara, sekitar 200 mangkok disediakan bagi masyarakat yang tengah mengurus keperluan di Mal Pelayanan Publik (MPP), tamu undangan, serta para pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah.


Di tingkat provinsi, total 10.000 mangkok bakso dan mie ayam dibagikan secara gratis ke berbagai kabupaten/kota.


Salah satu penerima bantuan, Tomo mengaku bersyukur atas gerobak baru yang diterimanya. Ia menyebut gerobak lamanya sudah tidak layak pakai, bahkan membahayakan saat digunakan untuk berjualan.


"Sekarang saya bisa jualan dengan aman dan lebih hemat. Mudah-mudahan keuntungannya juga meningkat," ucap Tomo.