Banjarnegara — Kabupaten Banjarnegara mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Penganugerahan Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Fox Harris Hotel and Convention Banjarnegara pada Kamis (11/9/2025).
Acara tahunan ini bertujuan menilai kualitas tata kelola desa wisata, memperkuat pengelolaan berkelanjutan, serta memetakan potensi lokal yang mampu bersaing di level nasional.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melalui Kepala Disporabudpar Jateng, Muhamad Masrofi menegaskan, bahwa tema tahun ini adalah 'Harmoni Desa Wisata Merajut Langkah Menjemput Asa Berdaya Bersama', menjadi pengingat pentingnya pariwisata yang berorientasi ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.
"Gelar Desa Wisata tidak hanya tentang kompetisi, tetapi refleksi bagaimana desa-desa kita mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat," ujar Masrofi.
Dari 35 kabupaten dan kota, sebanyak 29 desa wisata berpartisipasi dalam penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari pakar pariwisata, akademisi, hingga pelaku industri kreatif.
Dari 29 desa dari 35 kabupaten kota se Jawa Tengah yang menerima penghargaan adalah Juara Harapan 1 diraih oleh Desa Bangsri Kabupaten Blora, Juara Harapan 2 di raih oleh Desa Karang Gayam Kabupaten Kebumen, serta Juara Harapan 3 diraih oleh Desa Jarum Kabupaten Klaten.
Sementara untuk Juara 3 diraih oleh Desa Wisata Bahari Teluk Awur Kabupaten Jepara, Juara 2 diraih oleh Kampung Singkong Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga, dan juara 1 diraih oleh Dessen Desa Sendang Sari Kabupaten Rembang.
"Kemudian untuk Desa Wanadadi Kabupaten Banjarnegara menjadi Juara Favorit," jelasnya.
Proses seleksi desa wisata dilakukan oleh juri dari berbagai latar belakang, seperti Artin Bayu Mukti Akademisi Unisbank, GIPI dan PHRI, Widiyartono R. Pemimpin Redaksi SuaraBaru.id dan Pemerhati Pariwisata serta Vega Viditama Konsultan Pemasaran dan Media, Fotografer.
Penilaian desa wisata mencakup aspek kualitas pengelolaan desa, inovasi dan kreativitas paket wisata, keterlibatan masyarakat, kesiapan SDM lokal serta dampak ekonomi dan lingkungan
Gelar Desa Wisata menjadi simbol arah baru pembangunan pariwisata berbasis komunitas dan keberlanjutan. Dengan mengangkat kekuatan lokal, desa wisata diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian warga desa.
Provinsi Jawa Tengah, lewat program ini, berupaya menjadikan desa wisata sebagai pilar strategis menuju pariwisata inklusif dan berkualitas.
"Semoga desa-desa wisata kita mampu bersaing secara nasional bahkan global," pungkas Masrofi.
Sementara itu, Sekda Banjarnegara Indarto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Banjarnegara sebagai tuan rumah.
"Desa wisata adalah sektor yang sedang digencarkan pemerintah. Di Banjarnegara, kami berkomitmen untuk terus memajukan desa wisata," ujar Indarto.
Saat ini, Banjarnegara memiliki 26 desa wisata, terdiri dari 1 desa kategori Maju, 3 desa Berkembang dan 22 desa kategori Rintisan.