Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

124 Desa Rawan Bencana, Warga Cilacap Diminta Waspada

BANJIR - Ratusan desa di Kabupaten Cilacap rawan bencana
mulai banjir
tanah longsor dan tsunami.(tangkapanlayar radarmas)

Cilacap — Setidaknya 124 desa dari 21 kecamatan di Kabupaten Cilapac masuk kategori rawan bencana. Mulai dari bencana bajir, tanah longsor hingga tsunami.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setiawan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama menghadapi bencana alam ini.


''Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh partisipasi aktif semua pihak," tegas Budi.


Diantaranya, ketika terjadi hujan lebat lebih dari dua jam maka waspada banjir melanda. Atau ketika terjadi gempa yang dirasakan kuat di wilayah pesisir.


Di sisi lain, langkah mitigasi terus dilakukan. Mulai dari penyediaan logistik bencana, pelatihan relawan, hingga pemasangan sistem peringatan dini.


Edukasi ke masyarakat juga tetap menjadi fokus utama. Hal ini dilakukan agar risiko korban dan kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.


Kabupaten Cilacap bukan hanya dikenal sebagai wilayah pesisir strategis, tetapi juga sebagai daerah dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi.

  

Terkait daerah yang masuk rawan bencana, Budi menyebutkan, pemetaan dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan. Terutama menjelang puncak musim hujan dan perubahan cuaca ekstrem yang makin tidak terprediksi.


Beberapa wilayah masuk kategori tinggi untuk banjir antara lain Adipala, Kesugihan, dan Gandrungmangu. Bahkan, ada lebih dari 120 desa yang setiap tahunnya berisiko banjir.

Daerah dengan risiko banjir tersebar luas dari utara ke selatan. Termasuk daerah padat seperti Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Kampung Laut.


Biasanya, lanjut Budi, meluapnya sungai, intensitas hujan tinggi, dan buruknya drainase lingkungan menjadi penyebab banjir di daerah tersebut.


Ancaman tanah longsor juga menghantui sejumlah yang ada di Kabupaten Cilapat. Ada 87 desa di 12 kecamatan yang rawan longsor. Terutama di kawasan perbukitan dan wilayah utara seperti Jeruklegi, Dayeuhluhur, dan Majenang.


Budi menambahkan, longsor sering terjadi secara tiba-tiba. Apalagi di desa-desa yang berada di lereng perbukitan.


''Kami rutin lakukan patroli lapangan, edukasi, dan pemasangan rambu peringatan dini," kata Budi.


Sementara, potesi tsunami juga menjadi bencana yang tidak bisa diabaikan. Dari data BPBD, ada 55 desa/kelurahan di 10 kecamatan yang berisiko terdampak tsunami. Terutama di wilayah pesisir seperti Patimuan, Kampung Laut, Cilacap Selatan, hingga Nusawungu.


"Cilacap berada di garis pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Risiko tsunami selalu ada, dan kita sudah siapkan jalur evakuasi, titik kumpul, dan rutin lakukan simulasi," jelas Budi.