BATANG — Kabupaten Batang akan punya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp120 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Handy Hakim, memastikan bahwa hampir seluruh persyaratan teknis dan administratif telah rampung.
“Kami sudah siapkan dokumen lingkungan, feasibility study, side plan, dan kerjasama dengan Kementerian Kehutanan,” ungkap Handy saat dikonfirmasi, Minggu 6 Juli 2025.
TPST yang akan dibangun di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing itu akan mengolah hingga 100 ton sampah per hari.
Lahan yang disediakan hanya 2,7 hektare, namun perencanaan fasilitas sudah disesuaikan agar tetap maksimal.
“Rencananya, bentuk TPST dan peralatannya nanti akan menyesuaikan dengan luas lahan dan anggaran dari Kementerian PUPR,” ujarnya.
Sampah masuk, hasil langsung diambil hari itu juga—itulah konsepnya.
Pengelolaan TPST nantinya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup, namun sistem off-taker akan dilibatkan.
Menurut Handy, sudah ada dua calon mitra swasta yang menyatakan minat, yakni PT Subarea Global Energy dan PT Sinar Mas.
“Off-taker ini nantinya akan mengambil hasil RDF (Refuse Derived Fuel) dan maggot dari limbah organik. Hari itu masuk, hari itu juga harus keluar,” tegasnya.
Pemkab Batang juga telah menggandeng banyak pihak dalam perencanaan ini.
Kerja sama dilakukan dengan PLN, karena sebagian lahan berada di wilayah kehutanan yang dikerjasamakan dengan PLN.
Begitu pula dengan PPK 1.2 dari Kementerian PUPR, karena akses keluar-masuk truk sampah akan melintasi jalan negara yang berada di bawah kewenangannya.
“Kami ingin jalur masuk dan keluar armada dibedakan, supaya lebih efisien dan tidak macet,” tambahnya.
Satu elemen yang masih menunggu adalah Detail Engineering Design (DED).
DED ini akan disusun bersama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Dirjen Cipta Karya.
Menurut Handy, desain final sangat tergantung pada anggaran dari pusat serta kapasitas lahan.
“DED belum selesai 100 persen karena kita masih tunggu kepastian anggaran dari Kementerian PUPR,” katanya.
TPST Sentul ditargetkan mulai dibangun tahun ini.
“Pak Bupati sudah memberi arahan dan akan mengawal langsung ke Kementerian,” ungkap Handy.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk penanganan sampah di Batang dan sekitarnya, terutama wilayah Gringsing yang berbatasan dengan Kendal dan jalur Pantura.
Handy juga memastikan, jika sistem ini berjalan mulus, tidak akan ada penumpukan sampah lagi.
Sampah diolah, hasil diambil langsung, dan tidak ada yang tinggal menumpuk di lahan.
“Kami optimistis bisa jalan tahun ini, mohon doa restunya,” pungkasnya.