Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tiga Bencana Alam Jadi Ancaman, Kota Pekalongan Siaga

SIAGA - Forkompinda Kota Pekalongan menggelar apel siaga bencana di Lapangan Mataram
Senin 11 Agustus 2025. (ist.)

Pekalongan — Apel Gelar Pasukan dan Materiel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana yang digelar Kodim 0710/Pekalongan bersama Pemkot Pekalongan menghadirkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi teknis, hingga relawan kebencanaan.


Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengecekan akhir kesiapan personel dan perlengkapan.


“Kami pastikan seluruh personel dan materiel siap bergerak sewaktu-waktu jika bencana melanda,” ujarnya, Senin 11 Agustus 2025.


Meski saat ini tengah memasuki musim kemarau basah, cuaca di Kota Pekalongan justru sulit diprediksi.


Siang hari panas terik, namun malamnya hujan deras kerap mengguyur.


Dandim Garry melihat kondisi ini sebagai sinyal kuat akan potensi banjir yang perlu diantisipasi sejak dini.


“Potensi yang kami fokuskan saat ini adalah banjir, dan langkah-langkah pencegahan sudah kami siapkan,” tegasnya.


Ia menekankan, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.


Koordinasi lintas sektor menjadi kunci, dari pemerintah hingga masyarakat, agar respons cepat bisa dilakukan di semua titik rawan.


“Tidak ada satu pihak yang mampu bekerja sendiri. Semua harus bersatu,” tambahnya.


Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf), dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa apel ini melibatkan jajaran TNI-Polri, Brimob, Damkar, Satpol P3KP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, dan instansi pendukung lainnya.

Menurutnya, ancaman bencana di Pekalongan bukan hanya banjir dan rob, tetapi juga kebakaran yang sering terjadi di kawasan padat penduduk.


“Kami cek satu per satu kesiapan peralatan, dari kendaraan operasional hingga perahu karet untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses,” jelasnya.


Soal potensi rob, Aaf mengakui dampaknya memang menurun dibanding beberapa tahun lalu, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan.


Terlebih, masalah kerentanan tanggul Sungai Bremi–Meduri yang sudah dua kali mengalami kebocoran belum sepenuhnya teratasi.


Aaf menegaskan, pihaknya telah mengajukan penguatan tanggul ke Pemprov Jawa Tengah dan pemerintah pusat sejak 2023.


“Pemkot hanya bisa membuat tanggul darurat dengan sandbag, dan itu hanya bertahan 1–2 tahun. Kalau tidak diperkuat, pasti jebol lagi,” tandasnya.


Usai apel, Wali Kota bersama Dandim dan Forkopimda meninjau kesiapan Satuan Tugas (Satgas) dan relawan.


Pemeriksaan mencakup armada evakuasi, perahu karet, dapur lapangan, logistik, layanan kesehatan, hingga perlengkapan teknis penanggulangan bencana.


Harapannya, kesiapan penuh ini mampu memperkecil risiko dan mempercepat penanganan saat bencana datang.


“Dengan apel ini, semua elemen di Pekalongan harus siap secara personel, peralatan, dan koordinasi,” pungkas Wali Kota Aaf.