Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Terlalu Berani, Ini Cerita Kades Sembung Batang Bangun Tempat Wisata dari Nol

Desa sembung terus berbenah menjadi desa wisata dengan membangun tempat wisata dari nol (Bakti Buwono/diswayjateng)

BATANG — Upaya keras membangun desa wisata tampak dari geliat Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, di Kabupaten Batang.


Di bawah kepemimpinan Kepala Desa HM Untung, Desa Sembung jadi salah satu wilayah yang punya keberanian membangun destinasi wisata dari nol.


"Kami sedang mempersiapkan diri menjadi desa wisata. Potensi itu kami tangkap karena kami termasuk di wilayah penyangga daerah Industri di Kabupaten Batang," katanya saat ditemui di kantornya, Sabtu 13 September 2025.


Wilayah yang viral karena tower 8 lantai di Kantor desanya beberapa waktu lalu itu terus mengembangkan potensi wisatanya.


Sebelumnya, Desa Sembung hanya sekadar desa biasa.


Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Optimis Sembung, desa ini memanfaatkan penyertaan 20 persen dana desa senilai Rp245 juta untuk merintis berbagai tempat wisata.


Dana itu dimanfaatkan untuk membangun kolam pemancingan Desa Sembung dan peternakan Kambing Etawa.


Kolam pemancingan menjadi destinasi wisata pertama yang resmi dibuka pada 20 Agustus lalu dan kini semakin ramai berkat lomba mancing unik.


Lomba ini digelar Sabtu dan Minggu dengan biaya pendaftaran Rp20 ribu per orang.di mana setiap peserta mendapat bonus setengah kilogram lele yang langsung ditebar ke kolam sebelum dipancing bersama-sama.


Yang membuat berbeda, panitia menyelipkan lele berlabel pita berwarna dengan hadiah uang tunai, mulai dari pita kuning Rp10 ribu, pita biru Rp20 ribu, hingga pita hitam Rp30 ribu.


“Konsep ini bukan sekadar lomba, tapi juga cara meramaikan desa Sembung, agar banyak yang datang ke sini,"ujar Kepala Desa Sembung, HM Untung, saat ditemui di lokasi.


BUMDes Optimis tidak hanya berhenti di kolam pemancingan.


Masih di kawasan yang sama, desa juga membangun peternakan kambing etawa dengan membeli 20 ekor sebagai cikal bakal wisata edukasi susu kambing.


Kandangnya dibuat modern dengan lantai keramik, bersih, dan bebas bau, demi menarik wisatawan sekaligus menegaskan konsep wisata keluarga yang nyaman.


"Ini adalah hasil studi banding kami ke Kaligesing Purworejo yang memang pusat peternakan Kambing Etawa," ucapnya.

Menurut HM Untung, sekitar lima bulan lagi kambing etawa diperkirakan bunting dan pada 2026 sudah mulai memproduksi susu yang bisa dinikmati pengunjung.


“Ini investasi jangka panjang. Wisatawan nantinya bukan hanya bisa memancing, tapi juga mencicipi susu kambing etawa segar,” tambahnya.


Tak berhenti di dua titik, Desa Sembung juga menyiapkan kolam nila, area camping ground, kebun dengan berbagai tanaman yang nantinya bisa dipetik sendiri, serta jalur jogging track.


Di kawasan camping ground, wisatawan bisa menikmati suasana alam sembari memetik hasil kebun sendiri sebagai bahan makanan, konsep yang disebut “petik, masak, nikmati”.


Sementara itu, di pusat desa tengah dibangun menara 8 lantai yang nantinya difungsikan sebagai museum mini, sekaligus pintu masuk menuju kawasan wisata terpadu.


“Kami ingin wisatawan datang tidak sekadar menikmati pemandangan, tapi juga mendapatkan pengalaman edukasi,” jelas HM Untung.


Selain wisata alam dan edukasi, Desa Sembung juga menawarkan Islamic Center mini yang sudah aktif dipakai untuk manasik umroh, pembinaan anak PAUD dan SD, hingga kegiatan pengajian.


Dengan tambahan fasilitas ini, Desa Sembung berupaya menegaskan identitasnya sebagai destinasi wisata yang ramah keluarga sekaligus religius.


“Kami sadar membangun wisata butuh identitas yang kuat. Maka, religiusitas tetap jadi nafas utama Desa Sembung,” tegas HM Untung.


Kolam pemancingan kini menjadi magnet utama dengan jam buka fleksibel.


Hari Sabtu dibuka pukul 13.00–17.00 dan 19.00–24.00, Minggu pukul 10.00–17.00 dan 19.00–24.00, sedangkan Senin–Jumat selalu ada lomba reguler di mana hasil tangkapan bisa langsung dibawa pulang.


Dengan skema ini, kolam pemancingan tidak hanya menarik hobiis, tapi juga keluarga yang ingin rekreasi murah meriah.


“Kalau pulang bawa banyak ikan, pasti wisatawan senang dan ingin kembali lagi,” ungkap HM Untung sambil tersenyum.


Langkah Desa Sembung membangun wisata dari nol dengan dana desa memperlihatkan keberanian sekaligus kreativitas.


Dalam lima tahun ke depan, kawasan ini ditargetkan menjadi ikon wisata baru Batang yang memadukan edukasi, alam, kuliner, dan religi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube