Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

QRIS Semakin Canggih, Penipuan Digital Makin Licik: Ini Kata Bank Indonesia Tegal

Media gathering Kantor perwakilan Bank Indonesia Tegal

TEGAL — Kemudahan pembayaran nontunai lewat QRIS membawa revolusi besar dalam transaksi digital, tapi di balik kepraktisan itu, ancaman kejahatan digital pun meningkat tajam.


Hal itu disampaikan Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran & Pengawasan SP-PUR atau UIKSPPUR Bank Indonesia Tegal, A Sangga.


Bank Indonesia mencatat pertumbuhan luar biasa pengguna dan transaksi QRIS, terutama sejak diberlakukannya QRIS Tuntas dan QRIS Antarnegara.


"Hingga akhir 2024, jumlah merchant QRIS mencapai 35,5 juta, mayoritas merupakan pelaku UMKM yang kini bisa menerima pembayaran hanya dengan satu kode," jelasnya di acara media gathering Bank Indonesia Tegal.


Namun, pesatnya digitalisasi pembayaran ini ternyata turut dibarengi dengan maraknya kejahatan siber.


Mulai dari QRIS palsu di masjid, scam di pintu tol, hingga kode QR fiktif di pusat perbelanjaan, semua jadi ladang empuk para penipu digital.


Bank Indonesia menyebut setidaknya 7 modus utama penipuan sistem pembayaran yang kini kian berkembang dan semakin canggih.


1. Phising dan Smishing

Penipuan melalui tautan palsu yang mengelabui korban agar memberikan data pribadi seperti PIN, OTP, atau password.


2. Malware dan Aplikasi Palsu

Aplikasi jebakan yang disusupi virus bisa mencuri semua data finansial dari smartphone Anda.


3. Skimming dan Sniffing

Mesin ATM dan jaringan Wi-Fi publik jadi sarang pengintai data kartu dan akun mobile banking.


4. Spoofing dan Deepfake

Penipu menyamar jadi institusi resmi bahkan orang terdekat Anda menggunakan teknologi manipulasi suara dan video AI.


5. Social Engineering

Rekayasa sosial di mana pelaku membangun kepercayaan korban untuk mengakses data sensitif.

"Rata-rata 560 ribu serangan siber terjadi per hari secara global, dan kerugian akibat fraud digital bisa mencapai Rp3,26 triliun per tahun di Indonesia," ungkap laporan Global Anti Scam Alliance yang dikutip Bank Indonesia.


Bank Indonesia menyarankan agar masyarakat semakin PeKA (Peduli, Kenali, Adukan) terhadap potensi penipuan digital.


Untuk pengguna QRIS:


  • Jangan mudah klik link mencurigakan dari SMS atau WhatsApp.


  • Pastikan nama merchant di aplikasi sesuai dengan tujuan pembayaran.


  • Jangan bertransaksi jika informasi merchant terasa janggal.



Untuk merchant:


  • Simpan QRIS di tempat yang bisa diawasi.


  • Gunakan pelindung transparan seperti akrilik.


  • Jangan meminjamkan QRIS ke pihak lain.



Dan bila terjadi insiden penipuan, masyarakat bisa segera menghubungi call center Bank Indonesia di 131 atau lewat cekrekening.id dan aduannomor.id.


QRIS Tuntas kini memfasilitasi tarik tunai, transfer, dan setor tunai, sementara QRIS Tap berbasis NFC memungkinkan pembayaran hanya dengan menempelkan perangkat.


Fitur-fitur ini membuat transaksi makin cepat dan massal, terutama untuk transportasi, parkir, dan retail.


Namun, inovasi ini juga membuka celah bagi manipulasi teknologi, terutama jika pengguna dan merchant belum memahami keamanan digital dengan baik.


“Literasi digital kita masih lemah, terutama dalam aspek keamanan data dan identifikasi penipuan,” terang Sangga.


Dengan dominasi generasi muda yang digital savvy, sistem pembayaran Indonesia diproyeksi semakin nontunai.


Namun jika tak dibarengi literasi digital dan perlindungan konsumen, kejahatan digital bisa tumbuh lebih cepat dari inovasinya sendiri.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube